#beritalampung#beritatulangbawang#irigasi

Maksimalkan Program Lumbung Pangan, Irigasi Rawa di Rawajitu Dinormalisasi

Maksimalkan Program Lumbung Pangan, Irigasi Rawa di Rawajitu Dinormalisasi
Rapat koordinasi persiapan normalisasi daerah irigasi rawa (DIR) Rawajitu SPP Ipil di Kampung Wonoagung dan Bumisari, Kecamatan Rawajitu Selatan. Lampost.co/Ferdi Irwanda


Menggala (Lampost.co): Kegiatan normalisasi daerah irigasi rawa (DIR) Rawajitu SPP Ipil di Kampung Wonoagung dan Bumisari, Kecamatan Rawajitu Selatan, diharapkan mampu meningkatkan hasil panen padi di Kabupaten Tulangbawang. 

Untuk memaksimalkan program lumbung pangan, pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) akan melakukan perbaikan DIR Rawajitu SPP Ipil. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulangbawang, Dicky Soerachman, berharap masyarakat dapat mendukung pembangunan itu. Pasalnya dalam proses pembangunan dibutuhkan akses menuju lokasi. 

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Gunakan Rp2,8 M untuk Beli Beras

"Dukungan dan permintaan kepada petani agar lahan sawah tidak ditanami padi sampai dengan Desember 2022 di jalur yang akan dilaksanakan pekerjaan saluran ferrosemen," kata Dicky yang juga menjabat Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Tulangbawang, kepada Lampost.co, Jumat, 16 September 2022.

Sementara itu, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Tulangbawang, Andriyansyah mengaku, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait, dalam rangka menindaklanjuti Surat Kepala BBWSMS Nomor SA.04.02-AW/469 tanggal 3 Agustus 2022.

Surat tersebut meminta Pemkab Tulangbawang membantu memberikan kemudahan akses jalan kerja pada pekerjaan peningkatan DIR Rawajitu SPP Ipil.

Kata dia, tujuan dari kegiatan peningkatan DIR Rawajitu adalah memperbaiki sekaligus meningkatkan fungsi dari saluran irigasi. Sehingga air yang ada di saluran irigasi bisa menjangkau lahan pertanian lebih luas lagi. 

"Daerah Rawajitu merupakan rawa pasang surut yang dipengaruhi fluktuasi pasang surut Sungai Mesuji, Tulangbawang, dan Pidada. Sistem jaringan ini telah dilaksanakan untuk pencegahan banjir akibat air pasang dan pengeringan lahan genangan yang berlebihan. 

Jaringan irigasi rawa di daerah Rawajitu terdiri atas empat Saluran Pembuang Primer (SPP) yaitu SPP Pidada (Unit I), SPP Rawajitu (Unit II) dan SPP Ipil, dan SPP Sidang (Unit IV)," ujar Andri. 

Dia menjelaskan secara administratif DIR Rawajitu berada di dua kabupaten yaitu Tulangbawang dan Mesuji. Saluran ferrosemen dipilih karena memiliki berat yang ringan, mudah pelaksanaan dan pemeliharaan, serta hemat material.

Nantinya, sumber air irigasi untuk kebutuhan pertanian dengan luas sekitar 3147 hektare di daerah DIR Rawajitu SPP Ipil berasal dari sungai Way Pidada melalui saluran SPP Ipil. 

Adriyansyah menegaskan terdapat banyak keuntungan yang bakal diperoleh masyarakat diantaranya memudahkan dalam memenuhi kebutuhan air di lahan sawah, menghemat biaya operasional pompa, dan memudahkan pembagian air di petak lahan sawah karena penempatan oncoran sepanjang 100 meter
sesuai bidang sawah.

"Kemudian meningkatkan efisiensi penggunaan air dan bisa dikembangkan irigasi tetes untuk tanaman hortikultura," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait