#penggelapanpajak#pajak

MAKI Minta Dua Mantan Petinggi Dijadikan Saksi Kasus Calo Pajak

MAKI Minta Dua Mantan Petinggi Dijadikan Saksi Kasus Calo Pajak
Sidang dugaan penipuan pengurusan pajak dengan korbannya, Direktur PT Sumber Urip Sejati Utama, Sugiarto Hadi. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau majelis hakim menghadirkan dua petinggi pajak sebagai saksi dalam perkara penipuan calo pajak dengan terdakwa Ketua Indonesia Crisis Center (ICC) Joko Sudibyo.

Ia didakwa karena menipu Direktur PT Sumber Urip Sejati Utama, Sugiarto Hadi, terkait pengurusan pembayaran pajak tahun 2009-2011. Sugiarto yang juga terpidana kasus perpajakan itu menderita kerugian Rp15,4 miliar.

Dua saksi yang diminta dihadirkan baik secara daring maupun langsung ke persidangan langsung ialah eks Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal (Pajak DJP) Dadang Suwarna dan Kasubdit Pemeriksaan Pajak Rida Handanu.

Baca: Jadi Calo Pajak, Ketua ICC Jalani Sidang di PN Tanjungkarang

 

Penelusuran Lampost.co, Dadang saat ini berstatus tenaga ahli Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna, sedangkan Rida Handanu pernah menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu-Lampung periode 2016-2017 dan Kakanwil DJP Jawa Tengah II tahun 2019.

"Ini kan terkait praktik pajak, apa benar ini calo atau memang ada hal yang lain?" ujar Koordiantor MAKI, Boyamin Saiman, Kamis, 1 Juli 2021.

Boyamin berpendapat, kedua pegawai pajak itu perlu dijadikan saksi karena terekam adanya pertemuan antara Sugiarto dan Joko terkait permasalahan penunggakan pajak. Apalagi, perkara pajak mulai mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan empat orang tersangka dalam korupsi kepengurusan tiga perusahaan pajak beberapa waktu lalu.

"Apa boleh bertemu dengan pihak penunggak pajak? Apalagi kok ada calo, ini yang harus diperjelas," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Joko Sudibyo menjalani sidang dugaan penipuan pengurusan pajak dengan korbannya Sugiarto Hadi. Sidang dakwaan berlangsung di PN Kelas IA Tanjungkarang pada 28  Juni 2021. JPU Roosman Yusa mendakwa  Joko dengan Pasal 378 dan 372 KUHP. 

"Bahwa  tanggal 14 Januari 2018 saksi (korban) Sugiarto Hadi dalam Lapas Way Hui memberikan surat kuasa kepada ibu kandungnya, Yeni Setiawati untuk membuat laporan ke Polda Lampung pada 15 Januari 2018 mengenai perbuatan terdakwa atas penipuan dan penggelapan uang sebesar  Rp17 miliar," ujar Roosman saat membacakan dakwaan.

Kejadian bermula saat Direktur Sumber Urip Sejati Utama Sugiarto Hadi mendapat surat panggilan dari penyidik pajak Jakarta Pusat awal November 2011 terkait penunggakan pajak tahun 2009-2011 senilai Rp34 miliar. Ia pun meminta bantuan Joko, selaku rekan bisnis usaha pupuk. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait