#kpk#korupsi

MAKI: Kasus DAK Lamteng Momentum KPK Bongkar Begal Anggaran

MAKI: Kasus DAK Lamteng Momentum KPK Bongkar Begal Anggaran
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin usai diperiksa KPK. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memproses kasus percaloan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) tahun 2017 dengan menyelidiki, menyidik, dan menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

Azis yang merupakan Wakil Ketua DPR RI itu baru berstatus tersangka dari kasus penyuapan eks Penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Suap dilakukan agar praktik percaloannya itu tidak ditangani lembaga antirasuah. Azis belum diproses lebih jauh terkait indikasi keterlibatannya di dalam dalam kasus pokok.  

"Diduga suap (Azis menyuap eks penyidik KPK) karena ingin menghentikan penyelidikan DAK Lamteng, artinya sudah ada penyelidikan. Dari KPK, mereka yang berusaha menutup sadar diri kalau bisa naik sidik, masyarakat pun menyadari ada kasus DAK," ujar Koordiantor MAKI, Boyamin Saiman, Minggu, 26 September 2021.

Baca: KPK Janji Tuntaskan Kasus Calo DAK Lampung Tengah

 

Menurutnya, siapa pun yang diduga menjadi calo DAK Lamteng baik oknum dari eksekutif maupun legislatif, dalam artian pihak pemerintah pusat atau pun pihak lainnya harus ditindak.

"Percaloan DAK Ini menyengsarakan rakyat, karena dana dibegal dan dibajak di tengah jalan," katanya.

Ia menyebut, kasus DAK Lamteng yang menyeret Azis dan terpidana lainnya harus dijadikan momentum untuk membongkar praktik percaloan yang diduga masif dan telah berlangsung sejak lama.

"Sepanjang buktinya harus kuat, (praduga tak bersalah) dan ini tugas KPK," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait