#BERITADUKA#KORUPSI#LAMPUNGTIMUR

MAKI Dorong Kejagung Tangkap Orang yang Tutupi Keberadaan Satono

MAKI Dorong Kejagung Tangkap Orang yang Tutupi Keberadaan Satono
Ilustrasi Kejaksaan Agung. Dok. Media Indonesia


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menduga ada orang-orang yang berperan dalam menyembunyikan keberadaan Satono. Ia mendorong Kejaksaan Agung dan Kejati Lampung, untuk menangkap orang yang menutupi keberadaan Satono.

"Masak Satono sembunyi di Jakarta tidak terpantau, Alay aja bisa ditangkap," ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, melalui telepon, Senin, 12 Juli 2021.

Menurutnya, jaksa juga bisa menindak orang yang menutupi keberadaan Satono dengan menggunakan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Baca juga:Sejumlah Pejabat Sambut Datangnya Jenazah Satono

Boyamin menjelaskan bahwa pasal tersebut berbunyi tiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp150 juta dan paling besar Rp600 juta.

"Bisa pakai pasal 21, kemudian harus segera disita seluruh asetnya, untuk pengembalian kerugian negara," ujarnya.

Boyamin menambahkan harus juga ada evaluasi dari Kejagung RI atas gagalnya penangkapan Satono hingga akhirnya ia meninggal.

Diberitakan sebelumnya, keberadaan terpidana korupsi APBD Lampung Timur itu tidak kunjung terendus selama sembilan tahun. Eks bupati Lampung Timur itu melarikan diri. Ia merugikan keuangan negara Rp116 miliar dan divonis 15 tahun penjara. Belakangan Satono diketahui meninggal, jenazahnya pun akhirnya dimakamkan di Lampung Timur, Senin, 12 Juli, 2021.

 

 

 

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait