#kesehatan

Makanan dan Minuman Pahit Penurun Gula Darah

Makanan dan Minuman Pahit Penurun Gula Darah
Pare salah satu buah yang bisa menurunkan gula darah.Freepik.com


Jakarta (Lampost.co): Makanan pahit umumnya kurang menggugah selera. Tapi sesungguhnya rasa pahit dari makanan itu bisa jadi mengandung zat tertentu yang baik untuk tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi penting membantu mencegah berbagai macam penyakit kronis, termasuk diabetes yang banyak dialami di dunia. Dikutip dari Boldsky, beberapa makanan dan minuman pahit bisa menurunkan gula darah antara lain:

1. Pare

Pare banyak dikonsumsi oleh penderita diabetes di Asia, India, Amerika Selatan, Afrika Timur dan Karibia. Ini karena pare memiliki aktivitas antidiabetes dan hipolipidemik yang kuat, yang tidak hanya membantu mengelola kadar glukosa tetapi juga dapat menunda komplikasi diabetes menurut sebuah sumber.

2. Daun salam

Daun salam adalah makanan pahit lainnya yang efisien untuk menurunkan kadar gula darah dengan lebih cepat. Menurut sebuah penelitian, daun ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa dan pascamakan dalam waktu 15-30 hari.

3. Teh hijau

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa katekin dalam teh hijau memiliki potensi antioksidan kuat yang berperan besar dalam menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes. Konsumsi teh dalam jangka panjang dapat membantu mengurangi risiko diabetes dan gangguan terkait seperti ketidakpekaan insulin menurut sebuah sumber.

4. Lidah buaya

Lidah buaya mentah rasanya hampir pahit dengan semburat rasa asam namun manis. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa lidah buaya dapat membantu meningkatkan kadar glikemik pada penderita pradiabetik dan individu dengan diabetes tipe 2.

5. Biji fenugreek

Fenugreek memiliki efek antidiabetes. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa ketika biji fenugreek diberikan sendiri atau dikombinasikan dengan beberapa obat antidiabetes seperti metformin, itu dapat menurunkan kadar glukosa dan kolesterol secara signifikan. Konsultasikan pada dokter spesialis penyakit untuk penanganan lebih komprehensif.

EDITOR

medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait