#pilkada#pemilu#beritalampung

Majelis Hakim Menerima Penyampaian Kesimpulan Pelapor dan Terlapor 

Majelis Hakim Menerima Penyampaian Kesimpulan Pelapor dan Terlapor 
Sidang penyampaian kesimpulan secara tertulis oleh kedua belah pihak. (dok)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bawaslu Lampung kembali menggelar sidang dugaan pelanggaran administrasi yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) di Lampung Tengah dengan agenda penyampaian kesimpulan di Bukit Randu, Rabu, 30 Desember 2020. 

Ketua majelis persidangan Iskardo P Panggar, dalam persidangan menerima penyampaian kesimpulan secara tertulis kedua belah pihak, baik pelapor paslon 03 Nessy Kalvia dan Imam Suhadi dan terlapor paslon 02 Musa Ahmad - Ardito Wijaya. Kemudian nanti akan memutuskan berdasarkan keyakinan yang telah dikumpulkan selama persidangan. 

"Putusan pada 6 Januari 2021. Bila pun ada perubahan akan kami sampaikan secara resmi kepada kedua belah pihak waktu dan tempatnya dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim," ujarnya. 

Kemudian kuasa hukum pelapor yakni M. Yunus mengatakan, pihaknya sangat yakin bahwa laporan dugaan politik uang di Lampung Tengah terbukti dan benar adanya berdasarkan saksi yang telah dihadirkan. 

"Kita tetap mendalilkan laporan kita terbukti adanya pelanggaran TSM yang tersebar di lebih dari separuh kecamatan di Lampung Tengah," ujarnya. 

Kemudian kuasa hukum terlapor Ridho menyampaikan berdasarkan kesimpulam pihaknya, Paslon Musa-Dito tidak terbukti adanya politik uang. Sebab pelapor tidak bisa menghadirkan saksi yang terkait langsung, hampir semua saksi-saksi yang hadir adalah saksi yang tidak mendengarkan kejadian. 

"Contoh ada beberapa laporan dalil-dalil pelapor berupa pengakuan rekaman dari seseorang yang telah membagikan uang, akan tetapi laporan membagikan uang dimana, mana uangnya, sehingga kami melihat bahwa dalil politik uang tidak terbukti," ujarnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait