koruptor

Mahfud: Jangan Biarkan Negara Dipermalukan Koruptor

( kata)
Mahfud: Jangan Biarkan Negara Dipermalukan Koruptor
MI/ M Soleh Joko Tjandra Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/326661-penegak-hukum-belum-bisa-tangkap-joko-tjandramahfud-keterlaluan


Jakarta  (Lampost.co) --  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memastikan dalam waktu dekat Polri dan Kejaksaan Agung segera menangkap buronan kasus cassie (hak tagih utang) Bank Bali Joko Tjandra.

Hal itu ia katakan sesuai rapat koordinasi di Kantor Kemenkopolhukam bersama Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arief Fakrulloh, Direktur Jenderal Imigrasi Jhoni Ginting, Perwakilan Kejaksaan Agung, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, dan perwakilan Kantor Staf Presiden di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020.

"Kita optimistis Joko Tjandra cepat atau lambat akan kita tangkap. Semua institusi Kejaksaan Agung dan Polri, bertekad untuk mencari dan menangkapnya baik secara bersama-sama maupun  kewenangannya masing-masing siapa yang menangkap duluan," ujar Mahfud.  

Ia menegaskan negara jangan sampai dipermalukan oleh koruptor berjuluk Joker itu yang bertahun-tahun menjadi buron. Menurutnya penangkapan Joko Tjandra hal yang seharusnya mudah dilakukan oleh Kepolisian dan Kejaksaan Agung.

"Itu kan sepele bagi polisi maupun Kejaksaan Agung dalam mengangkap orang yang begitu. Bagi saya keterlaluan lah," cetusnya.

Ia meminta Kejaksaan agung, Kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) serta Kementerian Dalam Negeri memperkuat koordiasi agar Djoko bisa tertangkap. Kemenkumham aka mendukung terkait dokumen kependudukan dan Kementerian Hukum dan HAM akan menangangi masalah imigrasian.

Sedangkan KSP perihal urusan instrumen administrasi yang diperlukan pemerintah untuk menangkap Joko Tjandra. "Kita punya tim pemburu koruptor ini mau kita aktifkan lagi. Anggotanya pimpinan polri dan Kemenkumham. Nanti dikoordinasikan dari kantor Kemenkopolhukam. Dalam waktu yang tidak lama, akan membawa orang juga dan memburu Joko Tjandra," pungkasnya. 

 

EDITOR

Media Indonesia

loading...


Berita Terkait



Komentar