#unila#humaniora#beasiswa

Mahasiswa Unila Raih Pendanaan Hibah PKM-K dari Dirjen Dikti

( kata)
Mahasiswa Unila Raih Pendanaan Hibah PKM-K dari Dirjen Dikti
Foto: Dok/Unila


Bandar Lampung (Lampost.co): Tim PKM-K Universitas Lampung (Unila) berhasil meraih mendapatkan pendanaan hibah dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbud (Dirjen Dikti). Tim yang beranggotakan 5 mahasiswa itu meraih hibah atas produk buatannya yakni `Mie Instan Sehat Dengan Ekstrak Sayuran dan Tanaman Rimpang yang Diperkaya Penyedap Alami dari Jamur`.

Tim yang dibimbingan oleh Yuli Darni ini beranggotakan Fenti Yuniarti mahasiswi Teknik Kimia, Alifa Pritian Nurtiara mahasiswi Teknik Kimia, Ghea Maulidaco Anandati mahasiswi Teknik Kimia, Witaningsih Teknik Pertanian, dan Fahmi S mahasiswa Akuntansi. Ide kewirausahaan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah menyebarkan budaya hidup sehat.

Yuli Darni mengatakan dari data Global School Health Survey 2015, ditemukan sebanyak 93,6% remaja kurang mengonsumsi sayur dan buah dan 75,7% diantaranya sering mengonsumsi
makanan berpenyedap. Bahkan sebanyak 42,5% remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life, sehingga kurang melakukan aktivitas fisik.

"Hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang mengonsumsi cukup sayur dan buah. Hal-hal ini meningkatkan risiko remaja menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas," ujarnya, Senin, 21 September 2020.

Ia menambahkan hal itu juga diperkuat dengan realita hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang mencatat angka obesitas masyarakat Indonesia mengalami peningkatan dari 14,8% menjadi 21,8%. 

Ia menjelaskan Buah dan sayuran merupakan sumber nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Bila tubuh kekurangan gizi, maka akan mudah mengalami anemia, stunting, kegemukan bisa berujung pada penurunan kekebalan tubuh, kemampuan kognitif yang rendah, serta ancaman terkena penyakit kanker, gangguan ginjal kronis, diabetes, dan hipertensi.

"Dengan menghasilkan produk berupa makanan sehat yang berasal dari sayur serta tanaman rimpang yang kaya akan manfaat, diharapkan mampu menjadi penggerak bagi masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap kesehatannya," jelasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar