#MAHASISWA#GANJA#LAMPUNG

Mahasiswa Terdakwa Kurir 75 Kg Ganja Memohon Keringanan Hukuman

Mahasiswa Terdakwa Kurir 75 Kg Ganja Memohon Keringanan Hukuman
Agung dan Femby, saat membacakan pledoi. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang peredaran ganja 75 kg dengan tiga terdakwa digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin, 19 September 2022. Para terdakwa yakni Iwan Kurniawan (27) Napi LP Kelas IA Bandar Lampung, dan dua kurirnya, Femby Alfember (27),   warga Rajabasa, dan Agung Diki Lestari (22) mahasiswa asal Lampung Tengah.

Agenda persidangan itu adalah mendengarkan pledoi atau nota pembelaan.

Dalam pembelaannya, Agung memohon kepada Majelis Hakim, agar diberikan putusan seringan-ringannya. "Saya menyesal dari hati yang terdalam, karena saya tidak tahu menahu dan mau dibawa ke mana (waktu mengantarkan ganja)," ujar Agung saat membacakan pledoi.

Menurutnya, ia menerima ajakan Femby karena diupah Rp1,5 juta yang akan ia gunakan untuk membayar indekost dan biaya untuk ujian skripsi. Ia sempat bekerja sebagai pelayan kedai, namun berhenti karena pandemi. Kemudian ia bertahan dengan cara berdagang masker. Namun, saat pandemi mulai reda, penjualan masker menurun drastis.

"Saya juga enggak tega minta dengan orang tua (untuk biaya hidup dan kuliah), saya juga kuliah karena beasiswa olahraga pencak silat," kata mahasiswa semester 8 kampus swasta di Lampung itu.

Lanjut Agung, ia menyesal dan membuat orang tuanya sedih, karena perkara tersebut. Apalagi, Agung juga mengaku sebagai tulang punggung keluarganya. "Saya di semester akhir berharap bisa lanjutkan kuliah, mau banggakan orang tua," kata dia.

Sementara, Femby juga meminta agar diberikan hukuman seringan-ringannya. Ia beralasan sebagai tulang punggung orang tua dan adiknya yang masih bersekolah. "Saya mohon hakim, memberikan hukuman seringan-ringannya,  saya menyesal karena  tergiur upah, dan saya membutuhkan uang, saya harap saya bisa bantu orang tua saat keluar  dari penjara nanti," kata dia.

Jaksa Eka Aftarini langsung menjawab pledoi dari keduanya, saat itu juga. "Kami tetap pada tuntutan yang Mulia," kata dia.

Sementara pembacaan pledoi untuk Iwan ditunda, karena adanya pencabutan kuasa hukum.

 

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait