#BANDARLAMPUNG

Mahasiswa PTU Dinilai Lebih Mudah Terpapar Paham Intoleran

Mahasiswa PTU Dinilai Lebih Mudah Terpapar Paham Intoleran
Ilustrasi. Dok. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rektor UIN Raden Intan Lampung (RIL) Wan Jamaluddin mengatakan tidak adanya filterisasi di Perguruan Tinggi Umum (PTU), bisa membuat mahasiswa terpapar paham-paham intoleran.

Penyataan itu ia sampaikan terkait statmen Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan Brigjen (TNI) Sarwono yang menyebut PTU menjadi sasaran dan target penyebaran paham intoleransi dan esktremisme.

Dia membandingkan dengan Perguruan Tinggi Agama (PTA) yang sejak awal sudah memiliki keragaman dalam paham-paham di lingkungan kampus. "Bukan berarti juga bahwa tidak ada penyusupan-penyusupan paham intoleran itu di perguruan tinggi keagamaan. Tapi setidaknya bisa diminimalisir," kata dia, Minggu, 11 Desember 2022.

Menurutnya di PTU segala pemikiran yang ada diseragamkan sehingga susah untuk disaring mana paham yang intoleran dan bukan. Namun PTA sudah mengenal perbedaan pemikiran yang membuat dapat meminimalisir dan memilah pemahaman yang toleran dan intoleran. "Perlu ada benteng yang dapat menangkal pemahaman antitoleran di kampus, utamanya di PTU," kata dia.

Dia juga menyebut mahasiswa masih banyak yang terpapar paham intoleran dikarenakan mahasiswa tersebut memiliki sifat individualis dan tidak mau bergaul dengan orang lain.  "Karena antisosial ini mudah sekali disusupi paham intoleran, makanya saya menggaungkan semangat berorganisasi yang baik agar menjadi benteng untuk menangkal paham intoleran," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait