#penganiayaan#bandarlampung

Mahasiswa 'Mabuk' di Bandar Lampung Pukul Teman tanpa Sebab

Mahasiswa 'Mabuk' di Bandar Lampung Pukul Teman tanpa Sebab
Ilustrasi pemukulan. MI/Ramdani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang mahasiswa salah satu kampus di Bandar Lampung mengaku dianiaya rekannya berinsial RO, pada Senin, 11 Oktober 2021, malam. Dugaan sementara, pemukulan dipicu pengaruh alkohol. 

Korban bernama RN menceritakan, kejadian bermula saat ia hendak keluar dari gerbang kampus dan berpapasan RO.

"Saya berhenti dulu menyapa satpam sebelum melewati gerbang, setelah keluar dari gerbang saya diteriaki RO untuk berhenti. Namun saya tetap memilih berjalan menggunakan mobil," katanya, Selasa, 12 Oktober 2021.

Baca: Minta Uang Tak Diberi, Anak Punk Keroyok Pengunjung Taman Gajah

Tanpa diduga, kata RN, RO terus mengikuti dan memepetnya hingga terpaksa harus menghentikan mobil yang ia kendarai di sekitar Gang Wisma di Jalan ZA Pagar Alam. 

"Saya berhenti, takutnya dia kesenggol mobil saya malah jadi kecelakaan. Setelah berhenti, RO langsung menghampiri saya dan memukul. Dia (RO) malah menarik kerah baju saya dan memukul dengan memakai kunci motor," katanya.

Akibatnya, RN mengalami luka gores di bagian wajah dan memar di bagian tangan kiri. Meski begitu, ia tidak mengetahui persis pemicu RO melakukan pemukulan terhadap dirinya. 

RN melaporkan kejadian itu ke Polsek Kedaton dengan bukti laporan LP/723/X/2021/LPG/RESTABALAM/SEKTOR KEDATON pada Senin, 11 Oktober 2021. 

"Enggak tahu apa salah saya, mungkin sedang dalam pengaruh alkohol," katanya.

Pedagang kaki lima yang berada di sekitar lokasi kejadian juga sempat memisahkan keduanya. Namun, pedagang tersebut malah mendapatkan pukulan dari pelaku.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laporan dugaan penganiayaan tersebut. 

"Laporan sudah kami terima. Korban melaporkan di Polsek Kedaton. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengumpulkan sejumlah bukti," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait