#mahasiswa

Mahasiswa Itera Latih Warga Way Kanan Buat Biopestisida Organik

Mahasiswa Itera Latih Warga Way Kanan Buat Biopestisida Organik
Mahasiswa Itera saat memberikan pelatihan pembuatan Biopestisida di Kabupaten Way Kanan, Jumat 21 Januari 2022. Dokumen Humas Itera


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mahasiswa Institut Teknologi Sumatra (Itera) yang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Bandardalam, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, melatih warga membuat biopestisida organik dan herbisida alami.

Biopestisida adalah pestisida berbahan hayati seperti mikroorganisme, bakteri, cendawan, nematode atau virus. Biopestisida digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman seperti wereng, ulat daun, kutu putih dan lainnya.

Kegiatan pelatihan pembuatan biopestisida organik dan herbisida alami merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN-PPM Itera kelompok 25 dan 26 yang dibimbing oleh Dosen Program Studi Teknik Kelautan Muhammad Aldhiansyah Rifqi Fauzi.

Penanggungjawab kegiatan Fajri Aditya dari Program Studi Teknik Kimia menyebutkan, pelatihan itu diharapkan masyarakat setempat yang umumnya berprofesi sebagai petani dapat membuat biopestisida organik dan herbisida alami sendiri.

Fajri menerangkan, biopestisida tidak memiliki zat racun yang berbahaya bagi manusia atau pun lingkungan, sehingga minim pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida kimia. Biopestisida yang dibuat oleh tim Itera dan masyarakat setempat menggunakan bahan utama rempah-rempah seperti jahe, kunyit, bawang putih, laos, daun pepaya dan sabun pencuci piring dengan metode fermentasi.

“Biopestisida organik dan herbisida alami ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat setempat untuk mendapatkan pestisida berkualitas dengan harga yang murah, dan tidak merusak lingkungan,” ujar Fajri, Jumat, 21 Januari 2022.

Fajri menambahkan, banyaknya masyarakat Kampung Bandardalam yang berprofesi sebagai petani dirasa penting untuk menciptakan ide dan inovasi kreatif dalam mengolah sumber daya alam setempat. Dengan begitu akan terciptalah cyrcle economic untuk mendukung kemanjuan revolusi industri 4.0.

Kepala Dusun Bandardalam Agus mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan pembuatan biopestisida organik dan herbisida alami dari para mahasiswa Itera.

Menurutnya hal tersebut perlu direalisasikan karena selama ini petani atau masyarakat setempat hanya mengandalkan pestisida kimia sebagai sumber pestisida utama.

“Adanya inovasi ini petani dapat mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam setempat untuk menjadi biopestisida organik dan herbisida alami yang memiliki nilai ekonomis,” ujar Agus.

Selain melakukan pelatihan pembuatan biopestisida organik dan herbisida alami, tim KKN-PPM Itera juga memiliki beberapa program kerja diantaranya pembuatan pupuk kompos dari daun kering, penyuluhan kesehatan dan pemilahan jenis-jenis sampah, pembuatan majalah desa, hingga pembuatan desain produk UMKM di Kampung Bandardalam guna memaksimalkan potensi di Kampung setempat.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait