bernyanyi

Mahasiswa ITB Lolos Top 24 Indonesian Idol 2020

Mahasiswa ITB Lolos Top 24 Indonesian Idol 2020
Mark Natama Saragi. (dok)


JAKARTA (Lampost.co) -- Program Indonesian Idol selalu saja berhasil menemukan idola baru yang bertalenta tinggi dalam hal olah vokal. Salah satu kontestan yang berhasil lolos sampai ke babak Showcase Top24 adalah Mark Natama Saragi, 19 tahun, mahasiswa Fakultas Teknik Industri ITB Bandung. 
Mark merupakan anak bungsu dari seorang bankir senior yang pernah menjabat sebagai direksi di industri perbankan BUMN Indonesia, yakni Dr (c) Ir Osbal Saragi Rumahorbo, MM. 
Sebelum tampil di Indonesian Idol 2020, Mark Natama belum dikenal luas masyarakat Indonesia. Maklum selain masih muda, Mark masih fokus di kegiatan sekolah dan kuliah di ITB Bandung.  
Sejak kecil Mark sudah hobi menyanyi dan belajar musik. Di waktu SD dan SMP, Mark beberapa kali berhasil mewakili kelas atau sekolahnya untuk lomba menyanyi sampai tingkat kabupaten dan provinsi. 
Selain hobi nyanyi, Mark juga dikenal gemar menulis lagu (song writer). Ada beberapa lagu yang sudah selesai ditulis dan dinyanyikan sendiri yang bisa diakses dalam sejumlah kanal streaming online. 
Jebolan SMA Lab School Kabayoran Baru Jakarta ini, sangat aktif dalam dunia seni. Pada saat di SMA (2017), pernah terpilih sebagai aktor drama musikal (Skylite) yang menjadi program tahunan dan unggulan sekolahnya. Lalu pada tahun berikutnya, yakni 2018, ia dipercaya sebagai ketua panitia sekaligus sutradara program Skylite untuk para juniornya.
Menurut dia, kemampuan Mark bernyanyi diturunkan dari keluarga, khususnya Ibu. Mark sejak kecil dilatih kemampuan vokalnya. Selain dari ibunya, Mark juga terinspirasi dari banyak orang yang memiliki suara bagus dan merdu dari beberapa daerah di Indonesia, seperti di Medan dan Manado. 
Mark yang lahir di Medan, pernah tinggal di Surabaya, Gresik Jawa Timur, Jakarta, Bandar Lampung, dan Manado Sulawesi Utara. Hidup berpindah karena mengikuti ayahnya yang bertugas sebagai bankir di BUMN. 
Pengalaman tinggal di beberapa daerah yang dikenal masyarakatnya senang bernyanyi seperti Medan dan Manado, menjadikan Mark senang bernyanyi. Dia bisa menyaksikan secara langsung betapa merdunya suara Manado dan orang Sangir Talaud. 
Selain olah vokal, Mark juga dikenal cerdas di sekolah. Masuk ITB juga melalui jalur undangan karena memang prestasi belajarnya bagus sejak di SD, SMP, dan SMA.  
Kedua orang tuanya terus mendukung Mark Natama untuk tumbuh dewasa menjadi Idola Baru Indonesia. Bukan saja dalam dunia musik dan bernyanyi, tetapi juga dalam membangun dunia pendidikan dan kreativitas anak bangsa. 
Perjalanan menjadi seorang idola masih sangat penjang. Tetapi kedua orang tuanya selalu mengajarkan perlunya menjaga keseimbangan hidup. "Menjadi idola itu penting dan bagus, akan  tetapi jauh lebih penting untuk menjaga kehidupan yang berarti dan berdampak bagi banyak orang, termasuk melalui bernyanyi."  
 

EDITOR

Media Indonesia

loading...




Komentar


Berita Terkait