#UKT#unila

Mahasiswa Bersama Orangtua Ajukan Banding Berharap Biaya Kuliah Bisa Turun

Mahasiswa Bersama Orangtua Ajukan Banding Berharap Biaya Kuliah Bisa Turun
Calon Mahasiswa Baru didampingi orang tuanya untuk melakukan banding karena keberatan mengenai biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun akademik 2019/2020 di FKIP Unila, Kamis (13/6/2019). (Lampost.co/ Triyadi Isworo)  


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Bakal Calon Mahasiswa Baru didampingi orang tuanya menghadiri interview dan wawancara untuk melakukan banding karena keberatan mengenai biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun akademik 2019/2020. 
 
Nuke Ajeng Ferrari Calon Mahasiswa Baru Program Studi Panjaskes FKIP Universitas Lampung mengatakan bahwa dengan mengajukan banding, harapannya bisa mengurangi beban orang tuanya dalam membayar biaya pendidikan. Sebagai anak pertama ia ingin meringankan beban perekonomian keluarganya, karena ia juga memiliki adik yang perlu biaya sekolah. 
 
"Kasian orang tua di rumah kalau biaya pendidikan mahal. Adik-adik saya jugakan perlu biaya. Apalagi kita keluarga yang pas-pasan," kata alumnus SMAN 7 Bandar Lampung saat ditemui di Kampus Unila, Kamis (13/6/2019). 
 
Neneng, Ibunda dari Nuke Ajeng menceritakan bahwa dirinya datang ke Dekanat FKIP untuk mengajukan banding UKT. Karena ia merasa keberatan bila anaknya dikenakan biaya Rp4,8 juta per semester. Ia berharap upaya banding anaknya yang juga atlet Judo Provinsi Lampung ini bisa mendapatkan UKT sebesar Rp1 juta per semester. 
 
"Suami saya kerja di bengkel, penghasilan hanya sekitar 1 juta/bulan. Sedangkan anak saya ada 4 di rumah. Saya minta tolong kebijaksanaan dari Unila untuk membantu," kata Ibu Rumah Tangga yang tinggal di Kemiling ini. 
 
Begitu juga disampaikan oleh Riswanda ayah kandung dari Lulu Dewa Yanti yang diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi PAUD. Riswanda mengatakan bahwa anaknya dikenakan UKT sebesar Rp4,8 juta per semester. Setelah mengajukan banding, anaknya dikenakan UKT sebesar Rp2,4 juta semester. 
 
"Pekerjaan saya serabutan tidak tetap. Mengajukan banding karena ingin mendapatkan keringanan biaya kuliah. Kalau memang dikenakan 2 juta/semester. Saya berharap tahun depan anak saya mendapatkan beasiswa. Mohon kebijaksanaan dari Unila," kata warga Kedaton ini. 
 
Kabag TU FKIP Universitas Lampung, Adhi menjelaskan di fakultasnya sementara ini ada 45 orang yang mengajukan banding UKT. Ia mengatakan UKT bisa saja diturunkan melihat keadaan perekonomian dan beban rumah tangga mahasiswa tersebut. "Kalau yang bersangkutan berasal dari keluarga tidak mampu maka akan kita berikan kebijakan. Namun melihat data data yang disampaikan dan orang tuanyapun harus menyakinkan pihak kampus kalau memang benar tak mampu," katanya. 
  
 
 

EDITOR

Triyadi Isworo

loading...




Komentar


Berita Terkait