#Mustafa#Korupsi

Mahar Politik Rp4 Miliar Dibebankan kepada Mustafa

Mahar Politik Rp4 Miliar Dibebankan kepada Mustafa
Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, saat menjalani sidang dalam perkara pertamanya. Lampost.co/Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mahar politik sebesar Rp4 miliar tetap dibebankan kepada terdakwa kasus suap Mustafa. Meski ada pengakuan bahwa dana tersebut belum dikembalikan sejak dirinya gagal dalam pencalonan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018.

Jaksa KPK, Taufik Ibnugroho, mengatakan, dana sebesar Rp4 miliar itu diperoleh dengan cara meminta setoran proyek kepada rekanan. "Uang itu kan sumbernya dari ijon proyek lalu dibayarkan mahar politik. Ketika uang itu diserahkan dan tidak ada tindak lanjutnya, maka akan dibebankan kepada Mustafa," kata Taufik, Minggu, 7 Maret 2021. 

Diberitakan sebelumnya, dalam fakta persidangan Midi Iswanto dan Khairil Bujung mengakui bahwa mereka menerima dana sebesar Rp18 miliar guna mengusung Mustafa dalam pencalonan Pilgub 2018. Saat menerima uang tersebut, keduanya adalah pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca: Nunik Bantah Terima Rp1 Miliar dari Mustafa

Midi Iswanto mengatakan baru mengembalikan Rp14 miliar, sedangkan sisanya sudah terpakai untuk operasional.

"Sebenarnya terpakai itu cuma Rp3,7 miliar tidak utuh Rp4 milyar," kata dia.

Dana kekurangan ini lalu menjadi perdebatan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang. Hakim Ketua Efianto menegur Mustafa agar jangan memaksakan kehendak.

"Saudara terdakwa jangan memaksa, saksi sudah menjawab. Biarlah masyarakat yang menilai," ujarnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait