#BANDARLAMPUNG

MA Kabulkan Kasasi Perkara PT Sinar Ternak Sejahtera

MA Kabulkan Kasasi Perkara PT Sinar Ternak Sejahtera
Ilustrasi. Dok. Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mahkamah Agung RI mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), atas putusan pengadilan niaga yang sebelumnya membatalkan putusan KPPU Nomor 09/KPPU-K/2020, tentang dugaan pelanggaran Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, tentang pelaksanaan kemitraan pola inti plasma di sektor peternakan ayam, terkait pengembangan dan modernisasi kandang oleh PT Sinar Ternak Sejahtera (PT STS) yang berdomisili di Provinsi Lampung.

Direktur Penindakan Sekretariat KPPU M Hadi Susanto mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari sistem informasi perkara pada laman resmi Mahkamah Agung RI.

"Permohonan kasasi KPPU telah diputuskan MA pada Selasa, 06 Desember 2022 dengan mengabulkan permohonan kasasi yang dilakukan KPPU. Dengan dikabulkannya permohonan kasasi tersebut, maka putusan KPPU tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap dan wajib dilaksanakan," ujar M Hadi Susanto, Jumat, 09 Desember 2022.

Dia menjelaskan, KPPU sebelumnya memutus bahwa PT STS, yang merupakan bagian dari kelompok usaha PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, terbukti melanggar Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 dalam pelaksanaan kemitraan dengan 117 (seratus tujuh belas) plasmanya.

"Atas pelanggaran tersebut, KPPU mengenakan sanksi berupa denda sebesar Rp10 miliar, serta rekomendasi pencabutan izin usaha apabila tidak melakukan perintah perbaikan dalam perjanjian kerja sama kemitraannya," kata dia.

Berdasarkan peraturan, tidak disebutkan adanya upaya lanjutan atas putusan KPPU untuk kasus kemitraan, baik berdasarkan UU No. 20/2008 maupun peraturan pelaksanaannya PP No. 17/2013.

Sehingga putusan tersebut wajib dilaksanakan dalam 30 (tiga puluh) hari kerja sejak menerima petikan/salinan putusan atau pengumuman putusan di laman resmi KPPU.

Meski tidak ada aturan mengenai upaya lanjutan, PT STS tidak menerima putusan KPPU tersebut dan melakukan upaya keberatan ke Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat.

PN Jakarta Pusat menerima keberatan dan memenangkan PT STS dalam upaya keberatan tersebut pada 19 September 2022. KPPU kemudian mengajukan permohonan kasasi atas putusan tersebut ke Mahkamah Agung RI pada 14 November 2022.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait