#beritalampung#beritabandarlampung#hukum

M. Basri Setorkan 39 Nama Mahasiswa Titipan untuk Diluluskan Masuk Unila

M. Basri Setorkan 39 Nama Mahasiswa Titipan untuk Diluluskan Masuk Unila
M. Basri menjadi saksi di persidangan. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Tersangka kasus suap, Muhammad Basri mengakui membawa 39 nama titipan calon mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) baik Fakultas Teknik hingga Fakultas Kedokteran jalur mandiri dan SBMPTN tahun 2022.

Hal itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum KPK dalam persidangan dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Unila dengan terdakwa Andi Desfiandi, Rabu, 14 Desember 2022.

JPU kemudian memaparkan daftar 39 nama-nama mahasiswa yang lulus masuk Unila mulai dari Fakultas Hukum, Teknik Informatika, dan lainnya.

"Iya, tapi tidak semuanya saya tahu dan memberikan uang," ujar M. Basri.

Menurutnya, uang yang ia terima sebesar Rp780 juta itu titipan dari keluarga besar Unila seperti dosen, dekan, dan lainnya.

"Saya berikan ke Pak Heriyandi. Saya tidak pernah berhubungan dengan Karomani," katanya.

Dari uang tersebut ia menerima sebesar Rp150 juta dari Heriyandi. Yang digunakan untuk keperluan pribadi.

Menurut M. Basri, ia telah membantu Karomani menjadi tim sukses (Timses) sampai menjadi rektor Unila, namun dibuang begitu saja setelah jadi rektor.

"Dia pernah bilang kita bangun sama-sama Unila. Setelah jadi, kami ditinggal begitu saja, dia punya tim khusus sendiri," ujarnya.

Sementara itu JPU KPK mengaku 39 nama yang dipaparkan tersebut nanti akan didalami.

"Kita enggak tahu apakah itu titipan atau tidak. Nanti kita dalami lagi," katanya. Dalam sidang tersebut, lima saksi yang hadir dalam sidang KPK yakni Fajar Riandi (satpam), Helmi Yusuf (Kades Tanjungsari), Agus Faisal (Dosen UIN), M. Basri (Ketua Senat Unila), dan Lies Yulianti (orang tua ZA).

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait