#Covid-19lampung#BERITAMETRO

Lurah Tejoagung akan Maksimalkan Ruang Isolasi di Metro

Lurah Tejoagung akan Maksimalkan Ruang Isolasi di Metro
Lurah Tejoagung, Suparyono (tengah) didampingi Ketua Puskesmas Tejoagung, Lusiana Bren (kiri). Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Kelurahan Tejoagung akan memaksimalkan ruang isolasi serta memenuhi fasilitas untuk menampung warga yang terpapar Covid-19. Menurut data yang dihimpun Lampost.co, sejak awal pandemi covid-19 hingga saat ini sebanyak 61 kasus tercatat sebagai warga Tejoagung, Kecamatan Metro Timur.

Hingga kini lima pasien masih dinyatakan positif, tiga diantaranya masih dirawat di RSUD Ahmad Yani dan dua pasien melakukan isolasi mandiri di rumah.

Lurah Tejoagung, Suparyono mengaku, sebanyak 61 warganya terpapar virus covid-19. Menurutnya, ruang isolasi di wilayahnya belum terpakai. Apalagi harus melengkapi fasilitas yang menunjang kesehatan bagi pasien yang melakukan isolasi.

"Hingga saat ini kami masih koordinasikan ke Satgas Kota, memang seperti tempat tidur harus dilengkapi terlebih dahulu. Kemudian sabun dan hand sanitizer juga harus sudah ada. Walaupun sudah kami siapkan, namun hingga saat ini belum juga terpakai," ujarnya saat ditemui di kantor Lurah Tejoagung, Jumat, 18 Juni 2021.

Suparyono menjelaskan di kelurahan tersebut ada dua lokasi yang siap dijadikan sebagai ruang isolasi. Pertama, rumah seorang warga yang rela dijadikan ruang isolasi dan satu lagi ada di samping kantor lurah.

"Kami sudah menyiapkan, baik di tempat isolasi yang lama maupun yang berada di Kelurahan Tejoagung. Nah, nanti juga dari Kecamatan tetap memantau terus perkembangan ruang isolasi," tambahnya. 

Menurutnya, masih ada lima warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dua diantaranya melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Kebijakan melakukan isolasi mandiri di rumah, yang jelas mendukung dan menjamin tidak menularkan ke keluarga lainnya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Tejoagung, Lusiana Bren, mengatakan, pihaknya memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya virus covid-19. Dia juga tetap melakukan pemantauan rutin terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dia menambahkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dengan cara berkeliling ke setiap RT hingga berpindah ke RW.

"Kami woro-woro ke masyarakat, pakai jadwal setiap pagi, namun penjadwalannya itu pertama kami di lingkungan masyarakat, kemudian ke sekolah-sekolah dan kantor-kantor yang ada di Tejoagung," tambahnya.

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait