#minyakgoreng

Luhut Disebut Menko Minyak Goreng

Luhut Disebut Menko Minyak Goreng
Menko Marives Luhut Pandjaitan. MI/Barry Fathahilah


Jakarta (Lampost.co) -- Partai Demokrat mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mengurus persoalan minyak goreng. Luhut disebut Menko Minyak Goreng. 


"Setelah sebelumnya digelari menteri segala urusan, bisa-bisa sekarang dianggap Menko Minyak Goreng. Saking mendesaknya masalah minyak goreng ini untuk ditangani, karena berlarut-larut hampir setengah tahun tanpa ada solusi yang memadai," ujar juru bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra melalui keterangan tertulis, Kamis, 26 Mei 2022.

Baca juga: Beli Minyak Goreng Curah di Kotabumi Harus Pakai KTP

Herzaky menilai Presiden Jokowi memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap Luhut. Hal itu dapat menimbulkan ketidakseimbangan di Kabinet Indonesia Maju.

"Saat ada menteri-menteri yang mendapat begitu banyak penugasan, dan ada yang seakan-akan dipinggirkan," kata Herzaky.

Di sisi lain, dia menilai masyarakat tidak peduli dengan sosok yang mampu menyelesaikan persoalan minyak goreng. Masyarakat lebih peduli bagaimana harga minyak goreng dalam kemasan turun kembali. 

"Karena mau enam bulan, masalah minyak goreng ini belum beres-beres juga," kata dia.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menduga banyak pihak tak setuju atas tugas barunya. Luhut fokus pada kepastian pasokan dan harga terjangkau minyak goreng.

"Mau siapa kek yang nanganin, yang penting beres. Buat saya, ingat itu, berpegang teguh pada tujuan," kata Luhut.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait