#kekerasananak#pembunuhan#kriminal

LPA Desak Pelaku Penganiaya Anak Hingga Tewas di Lamteng Dihukum Setimpal

LPA Desak Pelaku Penganiaya Anak Hingga Tewas di Lamteng Dihukum Setimpal
Ilustrasi. Foto: Google Images


Gunungsugih (Lampost.co): Kepolisian akan menjerat pelaku penganiayaan terhadap anak dibawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara. Sementara Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tegah akan mendesak penegak hukum menerapkan pasal berlapis hingga hukuman mati kepada pelaku. 

Pelaku penganiayaan terhadap FA telah ditangkap jajaran Reskrim Polsek Terusannunyai. Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Terusan Nunyai, Aiptu Omri Manulang, pelaku berinisial EY alias Yanto (21), warga Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah ditangkap saat dalam pelarian di Menggala, Tulangbawang, Sabtu, 14 November 2020, malam.

Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, mengatakan pelaku Yanto akan dijerat dengan pasal tentang penganiayaan/kekerasan terhadap anak, sesuai dengan Pasal 80 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara Ketua LPA Lamteng Eko Yuwono berharap agar penyidik menerapkan pasal berlapis agar hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku dapat maksimal, sampai hukuman mati.

Menurut Eko, pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal itu harus mendapat balasan yang setimpal.

Eko mengatakan diduga ada unsur perencanaan dalam peristiwa itu, karena pelaku telah membawa senjata tajam yang disiapkan dari rumah. "Kami bersama kuasa hukum keluarga korban akan terus mendorong. Lagi pula penerapan pasal itu baru permulaan, karena belum tuntas penyidikan dan belum ada pelimpahan," kata Eko. 

Sebelumnya, seorang anak dibawah umur berinisial FA (8), warga Gunungagung, dianiaya oleh tetangga yang masih terhitung pamannya sendiri. Informasinya, penganiayaan dipicu oleh kekecewaan pelaku pada orang tua korban yang menolak meminjami uang kepada pelaku. Korban dianiaya dengan pisau hingga terluka parah. Setelah sempat dibawa ke RS, karena lukanya parah, korban tak bisa diselamatkan.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait