#Kedelai

Lonjakan Harga Kedelai Diprediksi Hanya Sampai Akhir Januari

Lonjakan Harga Kedelai Diprediksi Hanya Sampai Akhir Januari
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung Kadek Sumartha. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Pangan Kota Bandar Lampung memperkirakan kenaikan harga kedelai yang saat ini terjadi hanya akan bertahan sampai akhir Januari 2021. 

Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung Kade Sumartha menyebut kenaikan sementara ini sudah menjadi tren tahunan. Efeknya cuma berdampak di tingkatan produsen, tidak kepada masyarakat secara langsung.   

"Kenaikan harga kedelai ini hanya berdampak pada industri. Berbeda dengan cabai. Mungkin akhir Januari harga sudah stabil kembali," ujar Kade, Kamis, 7 Januari 2021. 

Harga jual kedelai impor di tingkat produsen tahu dan tempe sekarang ini mencapai Rp12 ribu/kg. Harga yang dibanderol lebih tinggi ketimbang tahun lalu pada periode yang sama, yakni sekitar Rp8-9 ribu/kg.  

"Barangnya sudah kami cek, di pasar ada. Hanya saja jumlahnya tidak banyak sehingga terjadi kenaikan harga. Paling banyak kedelai lokal, tapi produsen tahu dan tempe tidak pakai karena kualitas hasil olahannya berbeda," kata dia. 

Pemerintah pun sudah menyarankan para produsen untuk memakai kedelai lokal sebagai alternatif untuk menjaga hasil produksi tahu atau tempe.

"Selain itu, agar petani bisa terangkat dan harga bisa murah. Tapi menurut mereka kualitasnya kurang," ujar Kade. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait