#ponpes#riyadhussolihin

Lomba Pidato Bahasa Arab, Santri Riyadhus Solihin Perebutkan Piala Kapolda

Lomba Pidato Bahasa Arab, Santri Riyadhus Solihin Perebutkan Piala Kapolda
Santri Ponpes Riyadhus Solihin saat pembukaan lomba pidato bahasa Arab, Kamis malam, 4 Februari 2021. Lampost.co/Effran Kurniawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Puluhan santri Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfizul Quran Riyadhus Sholihin Bandar Lampung memperebutkan piala Kapolda lomba pidato bahasa Arah, selama 4--7 Februari 2021.

Pimpinan Ponpes Riyadhus Solihin, Ismail Zulkarnain, menjelaskan pidato bahasa arab menjadi rutinitas mingguan para santri. Bahkan, dalam keseharian santrinya diimbau untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.

"Kebiasaan anak-anak sekarang ini agar memakai bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi," kata Ismail usai membuka lomba bahasa Arab di ponpesnya, Kamis malam, 4 Februari 2021.

Namun, secara khusus pihaknya juga menggelar lomba pidato setiap 2 bulan. Hal itu untuk melatih kepercayaan diri santri guna mengikuti ajang yang lebih besar, seperti ke tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga Asean. Untuk kali ini peserta lomba akan memperebutkan Piala Kapolda.

“Dengan izin Allah, anak kami lomba Dai nasional juara 1, di Makassar juara 2 dari total peserta 4500 orang, dan di level Asean juga juara. Insya Allah bulan 3 nanti santri kami akan berangkat ke Korea Selatan, Turki, Singapura, dan Mesir,” ujarnya.

Dia menegaskan, seluruh fasilitas para santri diberikan secara gratis. Hal itu agar anak didiknya dapat selalu fokus untuk meraih prestasi dan menjadi insan berkualitas. Hal itu juga berkat gemblengan tenaga pendidik berkualitas.

“Saya ingin buktikan, Ponpes ini santrinya yatim piatu, gratis semua, tidak bayar, tapi bisa punya prestasi. Jangan hanya gara-gara mereka tidak bayar, tapi kualitasnya tidak diperhatikan dan diremehkan,” kata dia.

Menurutnya, saat ini juga bukan jamannya untuk menjual kesusahan anak yatim piatu dan dijadikan ajang mengekspos kemiskinan. “Tapi, justru anak yatim harus dibina sehingga berprestasi. Bisa masuk polisi, marinir, kebidanan, dan berprestasi hingga ke luar negeri," ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait