#lombabercerita#minatmembaca#literasi

Lomba Bercerita untuk Menumbuhkan Minat Membaca dan Menulis Anak

( kata)
Lomba Bercerita untuk Menumbuhkan Minat Membaca dan Menulis Anak
Kegiatan lomba bercerita tingkat SD/MI di Dinas Perpustakaan Lampung.Lampost.co/Atika Oktaria SN


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung menggelar kegiatan lomba bercerita anak untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiah (MI). Lomba yang diikuti perwakian tiap kabupaten ini dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

Kegiatan tersebut sebagai upaya mengembangkan dan pembudayaan kegemaran membaca dan menulis di kalangan anak-anak. Selain itu, bertujuan menumbuhkankembangkan minat dan kegemaran membaca serta menulis melalui berbagai bacaan dan media untuk menanamkan cinta kebudayaan bangsa persatuan dan kesatuan.

"Selain itu juga untuk menarik minat baca anak akan buku cerita budaya daerah atau lokal dan menumbuhkan kecintaan akan budaya lokal dan nasional," ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung, Ferynia kepada Lampost.co, Selasa, 21 juli 2020.

Dia mengatakan berdasarkan UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui tiga jalur, yaitu keluarga yang difasilitasi pemerintah dan pemerintah daerah melalui buku murah dan berkualitas.

Selain itu, satuan pendidikan dengan mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran serta masyarakat yaitu dengan menyediakan sarana perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau, murah, dan bermutu.

Dia menambahkan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam pembudayaan kegemaran membaca, yaitu melalui penyelenggaraan lomba seperti lomba bercerita baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. "Kegiatan dilaksanakan terus-menerus dengan harapan upaya pemberdayaan kegemaran membaca dan menulis di kalangan anak dan remaja," ujarnya.

Meskipun pelaksanaan lomba dilakukan di tengah pandemi Covid-19, baik para peserta, pendamping maupun panitia tetap menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya sebelum memasuki area perlombaan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer hingga wajib masker. "Meskipun saat bercerita anak diperkenankan membuka maskernya, setelah selesai pertunjukan langsung diwajibkan menggunakannya kembali," katanya.

Dia menambahkan meski di tengah pandemi, antusias anak yang ingin mengikuti lomba tidak luntur. Mereka bersemangat meskipun dari kabupaten yang cukup jauh jaraknya dengan harapan meraih juara. "Meskipun ada yang tidak menang, jangan berkecil hati karena di lain kesempatan akan bisa memperoleh kemenangan," katanya.

Adapun pemenang pertama dari lomba bercerita ini adalah Nahid Ismi Salma dari Tulangbawang, juara dua Labiba Agni Almira (Lampung Timur), dan Fanisa Aprilia Azizah (Mesuji).

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait