#logohalal

Logo Halal Baru Disebut Tidak Informatif Bagi Konsumen

Logo Halal Baru Disebut Tidak Informatif Bagi Konsumen
BPJPH Kemenag Tetapkan Label Halal Indonesia.


Jakarta (Lampost.co) -- Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan logo halal baru tidak informatif bagi konsumen. Menurut dia, warna dan desain menunjukkan perbedaan yang sangat ekstrem dari logo sebelumnya.

"Dari sisi warna dan desain, logo tersebut berpotensi tidak informatif bagi konsumen. Konsumen terbiasa dengan warna logo berwarna hijau. Dan ornamen sebelumnya spesifik, bernuansa islami. Sedangkan logo baru berbeda secara ekstrem dengan logo yang lama,” kata Tulus dilansir Media Indonesia, Senin, 21 Maret 2022.

Baca juga: 

Tulus menuturkan logo halal yang baru kurang lazim jika disandingkan dengan warna dan logo halal di ranah global. Di ranah global, logo halal lazimnya berwarna hijau dilengkapi dengan huruf Arab dan simbol islami lainnya. 

“Lazimnya di ranah global juga berwarna hijau, dilengkapi huruf Arab dan simbol islami. Seperti di Brunei Darussalam, memang tidak berwarna hijau, tetapi ada logo kubah masjid. Ciri khusus yang bernuansa Islami sangat diperlukan untuk penanda yang informatif bagi konsumen," papar dia.

Tulus berharap logo halal baru mengadopsi unsur-unsur bernuansa islami, seperti yang lazim digunakan banyak negara. Logo halal yang diklaim mencerminkan keindonesiaan, terkesan seperti diintervensi kekuasaan.

“Sebaiknya logo halal yang baru mengadopsi unsur-unsur tersebut. Jika logo halal yang baru diklaim mencerminkan keindonesiaan, juga kurang tepat. Sebab, logo gunungan wayang dan pakaian surjan, bagaimanapun lebih kental bernuansa Jawa. Jadi terkesan BPJPH dalam membuat desain logo halal diintervensi kekuasaan," tutur Tulus.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait