#GempaBanten#GempaBesar#LIPI

LIPI Ingatkan Potensi Gempa Berskala Besar

LIPI Ingatkan Potensi Gempa Berskala Besar
Warga dan pasien berada di luar Rumah Sakit Malimping, Lebak, Banten, kemarin malam. (Foto: ANTARA/SOFI MAHALILI)


JAKARTA (Lampost.co) – Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto meminta masyarakat untuk tetap waspada. Menurutnya Indonesia masuk kategori rawan gempa bumi bersekala besar.

Salah satu yang mengintai ialah potensi berulangnya gempa besar bermagnitudo 9,0 yang terjadi sekitar 400 tahun lalu di selatan Jawa. "Gempa raksasa itu skalanya 9 atau lebih besar, dan itu pernah terjadi di selatan Jawa. Sudah dapat dipastikan akan terjadi lagi meski tidak tahu waktunya kapan," kata Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi, LIPI, Eko Yulianto, Jumat (2/8/2019).

Peringatan itu disampaikan pascagempa Banten dengan magnitudo 6,9 (sebelumnya disebut 7,4) pukul 19.03 WIB tadi malam. Saat terjadi gempa, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, peringatan itu diakhiri pukul 21.35 WIB.

Eko mengatakan, sebagai negara rawan gempa yang masuk jalur Megathrust, kesigapan pemerintah mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa sangat dibutuhkan. Peringatan dini tsunami perlu juga diikuti masyarakat yang mesti tetap tenang menghadapi gempa dan tsunami.

"Jadi memang perlu pela-tihan dalam menghadapi ancaman. Saat ini masih jarang dilakukan sehingga masyarakat, ketika dihadapkan pada situasi gempa seperti ini, sering panik dan itu justru bisa munculkan ancaman lain," ujarnya.

Eko menilai kesigapan pemerintah mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa Banten dinilai efektif. "Pemerintah telah menjalan-kan SOP peringatan tsunami dengan baik. Masyarkat juga baik mengikuti sarat tersebut." katanya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo mengaku juga merasakan gempa tersebut saat sedang berada di wilayah Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Jokowi menjelaskan ia terus memantau perkembangan situasi dan masih mendapatkan laporan secara berkala terkait perkembangan situasi.

"Saya sudah perintahkan juga kepada BNPB, TNI, Polri, dan Menteri Sosial untuk bertindak cepat apabila ada situasi yang memang harus kita bergerak," tutur Jokowi.

EDITOR

Media Indonesia


loading...



Komentar


Berita Terkait