#nasional#kesehatan#virus-korona#lion-air

Lion Air Tampik Ada Penumpang Terindikasi Virus Korona

( kata)
Lion Air Tampik Ada Penumpang Terindikasi Virus Korona
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta (Lampost.co) -- Manajemen maskapai Lion Air menampik informasi adanya penumpang asal Tiongkok yang dinyatakan positif terjangkit virus korona Covid-19 pada penerbangan internasional dari Wuhan, Tiongkok ke Denpasar, Indonesia pada 22 Januari 2020 lalu.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan penerbanganinternasional dari Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, Tiongkok, tujuan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, itu telah dioperasikan sesuai prosedur.

Saat penerbangan itu, Lion Air membawa dua pilot, satu kopilot, enam awak kabin, dua teknisi dan 188 penumpang.

"Penerbangan JT-2618 sudah dipersiapkan dengan baik, sebelum keberangkatan seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan," kata Danang dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 13 Februari 2020.

Danang menegaskan pemeriksaan kru dan penumpang dilakukan oleh tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Dari pemeriksaan itu Lion Air telah menerima keterangan seluruh awak pesawat dan penumpang yang menyatakan mereka dalam keadaan sehat dan tidak terindikasi virus korona.

"Pemeriksaan danpengecekan oleh tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinyatakan tidak terindikasi terkena virus dimaksud," jelas dia.

Lalu ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron), lanjut Danang, petugas teknisi juga telah melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku.

"Hal tersebut sebagai upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan penumpang, terutama tindakan antisipasi sesuai pemberitahuan dari otoritas setempat mengenai dampak wabah virus korona," ucapnya.

Sebagai informasi, Lion Air rute tersebut mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat dan Minggu. Pada 22 Januari 2020, Lion Air masih melayani penerbangan yang membawa penumpang.

Pada Jumat, 24 Januari 2020 dan Minggu, 26 Januari 2020, operasional penerbangan Lion Air rute Denpasar ke Wuhan bertujuan untuk pemulangan penumpang. Penerbangan Wuhan-Denpasar dioperasikan sebagaiferry flightyakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang.

Lion Air pun sudah melakukan penghentian atau pembatalan sementara (suspend) penerbangan internasional pergi pulang (PP) rute Denpasar-Wuhan-Denpasar mulai Rabu, 29 Januari 2020.

Sebelumnya, otoritas provinsi Anhui, Tiongkok, melaporkan bahwa seorang warga Negeri Tirai Bambu yang pernah mengunjungi Bali pada Januari lalu telah dinyatakan positif terjangkit virus korona Covid-19. Menurut laporan situs Huainan Center for Disease Control and Prevention, Rabu 12 Februari 2020, ia adalah satu dari dua kasus terkonfirmasi virus korona Covid-19 berdasarkan data epidemi tertanggal 5 Februari.

Kasus pertama melibatkan seseorang bernama Jin. Pada 22 Januari pukul 15:05-22:55, ia diketahui naik pesawat dengan nomor penerbangan JT2618 dari Wuhan ke Bali.

Pada 28 Januari, ia bertolak dengan penerbangan GA858 menuju Shanghai. Ia tinggal di sebuah hotel di Bandara Pudong di Shanghai sekitar jam 01:30 pagi.

 

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar