#jaminansosial#bpjsketenagakerjaan#bpjstk#dinaspertanian

Lindungi Tenaga Honorer, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung Teken Kerja Sama dengan BPJSTK

Lindungi Tenaga Honorer, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung Teken Kerja Sama dengan BPJSTK
Kadis Pertanian Kota Bandar Lampung Agustini didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung Yaumil Khair melakukan kerja sama pemberian perlindungan tenaga honorer dengan Kepala BPJSTK Cabang Bandar Lampung Heri Subroto, Senin (25/3). Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dalam rangka memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja honorer, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung melakukan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Bandar Lampung, di kantor setempat, Senin (25/3/2019). Sebanyak 111 tenaga honorer di lingkungan Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung didaftarkan menjadi peserta BPJSTK.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung Agustini didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung Yaumil Khair mengatakan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja sangat penting sebagai antisipasi pada hal-hal yang tidak diinginkan. "Kami sangat bersyukur dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan yang dapat menjamin perlindungan tenaga honorer atau kontrak kami," kata dia.

Agustini mengatakan sebagian besar para tenaga honorer di lingkungan Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung bekerja di luar kantor dengan resiko mengalami kecelakaan kerja yang tinggi. "Sebagian besar mereka bekerja sebagai peramu tebang dan peramu taman dengan kegiatan yang sering memanjat dan memangkas pohon. Ini yang kami khawatirkan. Maka dari itu, sangat penting sekali mereka diberikan perlindungan sosial. Jadi mereka bisa bekerja dengan tenang, dan kamipun tidak was-was lagi," ujarnya.

Kepala BPJSTK Cabang Bandar Lampung Heri Subroto mengatakan 111 tenaga honorer Dinas Pertanian Bandar Lampung terdaftar dan mendapat 2 program perlindungan sosial yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Menurutnya, setiap pegawai yang bekerja wajib mendapatkan perlindungan sosial. Selain menjadi hak pegawai, dengan jaminan sosial yang diberikan, pegawai akan bekerja lebih nyaman dan semangat dalam bekerja.

"Karena setiap pekerjaan yang dilakukan pasti ada saja resiko musibah atau kecelakaan kerja. Jadi pegawai honorer yang bekerja ini harus didaftarkan. Kalau terjadi apa-apa akan ada santunan bagi pegawai yang terkena musibah atau kecelakaan dalam bekerja," kata dia.

Heri menjelaskan, jika pegawai honor mengalami kecelakaan kerja maka pengobatan di rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh BPJSTK hingga sembuh total tanpa ada batasan biaya pengobatan (unlimited). Sementara jika mengalami kematian akan mendapat santunan bagi ahli warisnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait