#limbahmedis#tpabakung

Limbah Medis Wajib Ditangani Serius

Limbah Medis Wajib Ditangani Serius
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putera. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Limbah medis dari rumah sakit wajib ditangani serius agar tidak menimbulkan persoalan baru dan mengancam keselamatan banyak pihak. Apalagi saat ini masih berlangsung pandemi covid-19, sehingga kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi hal utama untuk diperhatikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putera, mengatakan limbah medis perlu ditangani khusus. Ia meminta kepada seluruh rumah sakit untuk mematuhi aturan yang ada terkait limbah medis. Pihaknya juga sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan, seperti di TPA Bakung, Bandar Lampung.

"Kami melakukan evaluasi. Kita sampaikan juga kepada rumah sakit agar mengikuti aturan. Apa saja yang harus dilengkapi dan yang perlu dipatuhi," katanya, Senin, 22 Februari 2021.

Menurutnya, kewenangan Pemprov Lampung hanya bersifat melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap limbah di Kabupaten/Kota. Untuk itu pihaknya juga melakukan kajian mendalam terkait limbah medis RS. Urip Sumoharjo yang dibuang di TPA Bakung Bandar Lampung.

"Ada limbah rumah sakit di sana (TPA Bakung), itu yang sedang dianalisa. Untuk sanksinya menjadi kewenangan Pemkot Bandar Lampung. Kami menyampaikan rekomendasi saja, karena ini menyangkut keselamatan manusia. Semua berkepentingan terhadap persoalan lingkungan hidup," katanya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung mencatat selama Mei hingga Desember 2020 ada sebanyak 17.187,68 kilogram (kg) limbah pandemi Covid-19 yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Rinciannya, Mei 1.334,23 kg, Juni 1.500,65 kg, Juli 1.184,4 kg, Agustus 991,7 kg, September 2.060,6 kg, Oktober 2.191,1 kg, November 3.491,2 kg, dan Desember 4.433,8 kg.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait