#limbahcovid-19#limbahmedis

Limbah Medis OTG Covid-19 Jadi Perhatian Gugus Tugas

( kata)
Limbah Medis OTG Covid-19 Jadi Perhatian Gugus Tugas
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Limbah medis infeksius Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) menjadi sorotan banyak pihak karena sangat berbahaya bila tidak dikelola dengan baik. Rumah Sakit harus tahu betul mengenai tata laksana penanggulangan limbah sehingga bakteri dan virus yang ada tidak menyebar.

Apalagi limbah medis dari orang tanpa gejala (OTG) yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Limbah rumah tangga dan limbah pasien harus dibedakan sehingga petugas kebersihan yang melakukan tugasnya tidak terdampak virus akibat ketidaktahuan dari petugas kebersihan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana, mengatakan rumah sakit menyampaikan laporan limbah medis Covid-19 kepada pusat secara online melalui sistem informasi rumah sakit (SIMRS). Pihaknya juga akan melakukan pengecekan di rumah sakit mana yang belum menyampaikan laporan mengenai limbah medis.

"Kalau belum masuk SIMRS, akan cek di pelayanan rujukan saya. Pasti akan kami tegur kenapa tidak dilaporkan. Harusnya kalau sistem limbahnya bagus, maka sudah terlaporkan dengan baik," katanya di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Lampung, Senin, 6 Juli 2020.

Dia menambahkan untuk penangaan OTG tapi terkonfirmasi positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, limbah pasti akan diperiksa juga petugas Dinas Kesehatan di daerahnya masing-masing. Reihana mengatakan apabila limbah rumah tangga tidak baik pembuangannya, tetangga kanan kiri rumahnya akan ribut.

"Kalau OTG yang isolasi mandiri pasti Dinkes sudah periksa rumahnya, ada edukasinya. Kami juga akan lebih mengingatkan lagi OTG yang diisolasi di rumah. Sementara untuk OTG positif Covid di Rumah Sakit Bandar Husada Kotabaru," kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung ini.

Limbah infeksius Covid-19 di sejumlah kabupaten/kota di Lampung mencapai 1.313,23 kg atau 1,3 ton sejak Maret sampai Mei 2020. Limbah tersebut dikelola pihak ketiga kemudian dikirim ke Jakarta untuk dimusnahkan.

Berita terkait: Limbah Medis Covid-19 di Lampung Tembus 1,3 Ton

Hal tersebut sesuai dengan data timbunan limbah dari kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan dalam penanganan Covid-19 berdasarkan laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Lampung Nomor: 660/90/V.10/2020 sampai tanggal 22 Juni 2020 yakni 1.313,23 kg atau 1,3 ton dengan perincian Maret 54 kg, April 760,63 kg, dan Mei 498,6 kg.

Sementara itu sesuai update data pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Lampung tembus 201 kasus sejak kasus pertama pada Maret lalu sampai Senin, 6 Juli 2020, pukul 10.00 WIB. Tercatat 30 orang masih dalam isolasi. Sedangkan pasien sembuh saat ini berjumlah 159 orang. Sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia 12 orang.

Jumlah PDP 180 orang dengan perincian enam orang diisolasi, 142 orang sembuh, dan 32 orang meninggal. Sementara untuk ODP ada 3.661 orang dengan perincian sembilan orang meninggal, 3.552 orang selesai dipantau, dan 100 orang sedang dipantau.

Sementara untuk OTG ada 224 orang yang sedang dipantau. OTG terbanyak ada di Pringsewu 87 orang, disusul Lampung Tengah 63 orang, Bandar Lampung 28 orang, Lampung Timur 27 orang, Lampung Utara 12, Tulangbawang Barat tujuh orang, dan kabupaten/kota lainnya nihil.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait