#limbahmedis#tubaba

Limbah Medis di Tubaba Dimusnahkan di Banten

Limbah Medis di Tubaba Dimusnahkan di Banten
Limbah medis. Ilustrasi


Panaragan (Lampost.co) -- Pembuangan limbah medis di dua rumah sakit di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dikelola PT. Bio Teknika. Kedua rumah sakit tersebut yakni RSUD Tubaba dan Rs Asy-Syifa Medika, Tumijajar.

Dalam pengelolaannya, pihak rumah sakit dibebankan biaya angkut dan peleburan sebesar Rp16 ribu-Rp25 per kilogram dan dilakukan di wilayah Cilegon, Banten.

"Kalau limbah padat milik RSUD Tubaba kami serahkan kepihak ketiga. Limbah ini diangkut dengan kendaraan khusus menuju Jawa," ujar Direktur RSUD Tubaba, Pramono kepada lampost.co, Kamis, 18 Februari 2021.

Purnomo menjelaskan di rumah sakit setempat terdapat dua jenis limbah yakni limbah cair dan padat. Untuk limbah cair dikelola secara mandiri dengan sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dengan peralatan yang memenuhi standar dengan pengawasan langsung dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

 "Limbah cair setelah melalui proses pengelolaan di IPAL baru dibuang. Artinya, limbah yang dibuang sudah tidak berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat," kata dia.

Untuk limbah padat, lanjutnya, yang berhubungan dengan medis yakni limbah infeksius berupa jaringan tubuh pasien, jarum suntik, darah, perban, biakan kultur, bahan atau perlengkapan yang bersentuhan dengan penyakit menular atau media lainnya yang diperkirakan tercemar penyakit pengelolaannya diserahkan PT. Bio Teknika.

"Pengelolaan ke pihak swasta ini termasuk limbah medis pasien covid-19. Limbah ini kami kemas khusus melalui wadah yang disiapkan dan ditutup dengan lakban," kata dia.

Pengangkutan limbah padat tersebut dilakukan tiap pekan melalui kendaraan khusus milik pihak ketiga. "Anggaran yang kami siapkan untuk mengelola limbah padat ini sebesar Rp25 ribu per Kg. Ini kami lakukan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan karena limbah medis berbahaya bagi masyarakat," ujarnya.

Direktur Utama RS Asy-Syifa, Tumijajar, Edi Anwar, mengaku pengelolaan limbah padat rumah sakit tidak perlu dikhawatirkan masyarakat karena pengelolaannya dijamin aman karena dilakukan dengan PT. Bio Teknika.

 "Limbah medis kami dibawa ke Cilegon, Banten untuk dilebur. Tiap bulan kami menyerahkan limbah padat ini berkisaran 60 kg/bulan. Artinya, tidak ada limbah kami yang dibuang ke TPA Umum. Biaya yang kami keluarkan sebesar Rp16 ribu per kg kepada pihak ketiga," pungkasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait