#Sampah#Limbahinfeksius

Limbah Medis Ancam Nyawa Pekerja TPA Bakung

Limbah Medis Ancam Nyawa Pekerja TPA Bakung
Limbah Infeksius Hasil Rumah Sakit Urip Sumoharjo yang dibuang sembarangan di TPA Bakung. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Petugas kebersihan dan pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Bakung, Bandar Lampung kembali terancam kesehatannya.

Lampost.co secara rutin menilik TPA yang tinggi tumpukan sampahnya kini sudah lebih dari lima meter, dan menemukan banyak tumpukan sampah dengan plastik berwarna kuning.

Baca juga: Pemulung di TPA Bakung Terancam Covid-19

Diketahui plastik berwarna kuning merupakan plastik yang digunakan untuk penyimpanan sementara limbah infeksius B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) hasil Rumah Sakit atau fasilitas layanan kesehatan.

Menurut pengakuan Rahmat salah satu pemulung yang ada di TPA Bakung, sampah infeksius hasil rumah sakit sudah ada sejak dirinya bekerja di tempat pembuangan sampah milik Pemkot Bandar Lampung ini.

“Memang kenapa kalau ada sampah rumah sakit ya, itu kan udah dari dulu juga dibuang disini sampahnya. Dari tahun 1999 udah banyak sampah suntikan, botol obat, botol infus,” ujarnya. Senin, 15 Februari 2021.

Menurut keterangan beberapa pekerja dan pemulung yang ada di TPA Bakung, sampah medis terbaru merupakan kiriman dari Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung.

Terlihat sampah sepanjang 20 meter membentang dengan isi bekas infus, masker, botol obat, botol antiseptik, kemasan obat-obatan, bahkan cairan-cairan yang masih utuh lengkap dengan dokumen tertulis atas nama Rumah Sakit Urip Sumoharjo.

“Ya itu tabung ada tulisannya Nitrogen, masker sampau sarung tangan karet banyak di depan situ. Kami bingung kalau sudah begini mau laporannya sama siapa,” ujar salah satu pemulung.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait