#pencemaran#limbah#wisata

Limbah Aspal Rusak Pantai Wisata Lampung

Limbah Aspal Rusak Pantai Wisata Lampung
Seorang warga menunjukan limbah hitam yang mencemari Pantai Sebalang, Lampung Selatan. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Limbah aspal yang mencemari perairan dan menjadi polemik belakangan ini berdampak hebat pada sejumlah pariwisata di Lampung. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Edarwan menyebut, limbah aspal mengganggu wisata pantai di sebagian besar wilayah Lampung Selatan (Lamsel), Tanggamus, dan Pesawaran.

"Ini berdampak fatal bagi wisata. Karena wisatawan tidak bisa snorkeling, nelayan juga akan kesulitan memperoleh ikan," jelasnya, Jumat, 24 September 2021. 

Baca: Daftar Perairan Lampung Tercemar Limbah Aspal

 

Ia mengharapkan penegak hukum untuk bisa menemukan pencemar limbah tersebut guna mengganti biaya pembersihan dan rehabilitasi pantai wisata yang rusak. 

"Memang kunjungan wisatawan belum terlalu ramai, baru mau tumbuh. Namun kalau pantainya kotor tentu sangat tidak sedap dipandang. Apalagi limbah tersebyt masuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)," ungkapnya. 

Sementara ini, kata dia, pemilik tempat wisata hanya bisa melakukan pembersihan secara manual. Tetapi hasilnya tidak maksimal karena limbahnya terlalu banyak.

"Karena dampaknya sangat luar biasa dan ini merugikan ekosistem pantai yang ada di Kalianda, Pesawaran, dan Tanggamus. Daerah-daerah itu menjadi andalan pariwisata pantai di Lampung," ujar dia. 

Tidak cuma itu, dia menyebutkan lokasi lain di Lamsel dari Bakauheni hingga Sebalang yang sedang dioptimalkan untuk pariwisata pun ikut terdampak.

"Sudah bisa dipastikan akan berdampak pada kepunahan terumbu karang, hanya saja belum diinventarisir," tutup dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait