#HCF#pemkotbandarlampung

Lima Puskesmas Jadi Pendorong Bandar Lampung Capai HCF

Lima Puskesmas Jadi Pendorong Bandar Lampung Capai HCF
Kick Off Meeting Program WASH in HCF bersama YKWS di Ruang Kirana Lantai II Hotel Whiz Prime, Selasa, 6 Juli 2021. Lampost.co/Umar R


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah kota menyiapkan lima puskesmas untuk menjadi role model dalam mencapai Hygiene in Health Care Facilities (HCF) yaitu Puskesmas Kedaton, Puskesmas Kemiling, Puskesmas Panjang, Puskesmas Pasar Ambon Telukbetung Selatan, dan Puskesmas Kotakarang Telukbetung Timur.

Plt Asisten II Pemerintah Kota Bandar Lampung Khaidarmansyah mengatakan, program WASH in HCF dalam rangka pencapaian tujuan sustainable development goals (SDG's) yaitu sanitasi yang aman dan layak untuk seluruh masyarakat. Dalam SDG's itu ada 17 Goals dan 169 sasaran telah diakomodir di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan dilaksanakan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait setiap tahunnya.

Ia berharap program WASH in HCF mampu meningkatkan sanitasi dan kebersihan serta layanan yang inklusif di Puskesmas Kota Bandarlampung untuk menunjang program pemerintah pusat yang dikenal dengan Program 100-0-100, yaitu pemerintah menyiapkan 100 persen akses sanitasi, 0 persen wilayah kumuh, dan 100 persen pelayanan air minum.

"Peningkatan layanan kesehatan merupakan salah satu visi utama Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui pembangunan fasilitas sanitasi Puskesmas yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, baik difabel maupun lansia," kata dia dalam Kick Off Meeting Program WASH in HCF bersama YKWS di Ruang Kirana Lantai II Hotel Whiz Prime, Selasa, 6 Juli 2021.

Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati, mengatakan penunjukan kelima Puskesmas tersebut berdasarkan masukan dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Puskesmas tersebut memiliki cakupan yang luas dengan jumlah masyarakat yang banyak.

"Pertimbangan kedua adalah kita pilih wilayah kawasan pesisir seperti Kotakarang dan Pasar Ambon karena juga menjadi locus stunting. Kita mendorong, tidak hanya Puskesmas, tapi masyarakat penggunanya juga lebih ditingkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat," kata Febrilia.

Masyarakat setempat, ke depan, diharapkan bisa menjadi natural leader yang memicu penyadartahuan masyarakat sekitarnya untuk berprilaku PHBS serta mendukung target Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kota Bandar Lampung.

"Sehingga 100 persen universal access di Kota Bandarlampung bisa tercapai di 2022 atau 2023," kata dia.

Febrilia mengatakan Program WASH in HCF selain menyediakan layanan inklusif di Puskesmas juga turut mendorong upaya peningkatan akreditasi Puskesmas karena WASH in HCF merupakan bagian dari indikator peningkatan akreditasi Puskesmas yang saat ini disusun oleh Kementerian Kesehatan RI.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait