#DBD#LAMPUNGSELATAN

Lima Kasus Cikungunya Ditemukan di Desa Pemanggilan Lamsel

Lima Kasus Cikungunya Ditemukan di Desa Pemanggilan Lamsel
Petugas melakukan pengasapan di Dusun Srimulyo 2, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Kamis, 2 Juni 2022. (Lampost.co/Febi Herumanika)


Kalianda (Lampost.co) -- Sebanyak lima kasus cikungunya ditemukan di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Namun, dua kasus diantaranya masih terduga. 


Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Hajimena, Nessi Yunita mengungkapkan karena mulai musim hujan kini muncul penyakit cikungunya. Menurutnya, cikungunya dan demam berdarah dengue (DBD) berbeda meski penularannya sama-sama berasal dari gigitan nyamuk. Nessi menyatakan gejala dua penyakit itu berbeda. Gejala cikungunya seperti demam dan nyeri sendi-sendi. 

"Bagi warga yang sakit, diharapkan datang ke puskesmas. Segera diperiksa supaya bisa ditangani dan diketahui sakitnya," kata Nessi di ruang kerja, Kamis, 2 Juni 2022. 

Menurutnya, untuk mengantisipasi sebaran kasus cikungunya dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim hujan lima puskesmas di Kecamatan Natar melakukan pengasapan (fogging) dan pembagian bubuk abate pembasmi jentik nyamuk.

Satu diantara lima puskesmas yakni, Puskesmas Hajimena, melakukan penyemprotan di Dusun Srimulyo 2, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

"Untuk mengantisipasi kasus DBD dan cikungunya yang melonjak karena musim hujan, maka perlu pengasapan. Jika tidak diasapi, diduga akan ada lonjakan kasus baru DBD di desa-desa," ujar Nessi. 

Baca juga: Kasus DBD di Bandar Lampung Terus Menurun

Dia berharap pemerintah desa juga terus mengimbau warga untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. 

"Harus kompak bersih-bersih lingkungan, menguras bak tempat penampungan air sesuai imbauan yang digaungkan pemerintahan selama ini," kata Nessi. 

Camat Natar, Rendy Eko Supriyanto mengimbau seluruh warga terutama kepala desa supaya mengajak warganya lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan di setiap rumah masyarakat. 

"Ajak warga gotong royong, bersih-bersih. Harapannya, lingkungan yang bersih tidak ada nyamuk penyebab dari DBD dan cikungunya," ujarnya. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait