#JEMBATANPUTUS#LAMPUNGTENGAH#INFRASTRUKTUR

Lima Kampung Terisolasi Akibat Jembatan Gantung Putus

Lima Kampung Terisolasi Akibat Jembatan Gantung Putus
Sejumlah warga terpaksa menggunakan rakit dari bambu dan merogoh kocek cukup mahal akibat jembatan gantung putus. MTVL/Tedjo Waluyo


Gunungsugih (Lampost.co) -- Usai putusnya jembatan gantung tua akibat diterjang banjir beberapa tahun lalu mengakibatkan empat kampung di Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah, kini terisolasi. Jembatan gantung tua yang  menjadi satu-satunya akses jalan penghubung bagi lima kampung yakni Negerikampung, Lingga Pura, Pekandangan, Margajaya, dan Gedungaji. Putusnya jembatan gantung ini sangat berdampak bagi perputaran ekonomi dan aktivitas masyarakat. 

Sejumlah warga terpaksa menggunakan rakit dari bambu dan merogoh kocek cukup mahal untuk menuju kecamatan Selagai Lingga yang menjadi sentral usaha setempat. Warga setempat mengatakan mereka hanya memiliki dua pilihan untuk bisa keluar dari kampung.

"Sekarang ini pilihannya mau putar balik atau nyebrang pakai rakit. Walaupun memakan waktu cukup lama dan ongkos yang mahal, tapi hanya itu caranya biar bisa keluar dari kampung," ucap Nur, Minggu, 1 Agustus 2021.

Baca juga : Jembatan Way Rarem Kembali Rusak dan Terancam Ambrol

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Kampung Negerijaya, Sutoyo, mengatakan pihak pemerintah kampung sudah melakukan banyak upaya, tapi tetap saja dirasa belum memberikan hasil yang cukup optimal.

"Beberapa upaya sudah kami lakukan tapi tetap hasilnya nihil," kata Sutoyo.

Baca juga : Jembatan Gantung Putus, 3 Warga Abung Tinggi Tercebur ke Sungai

Ia juga menjelaskan terdapat dua titik  jalan alternatif, tetapi warga enggan melaluinya. Sebab jalan tersebut terbilang ekstrem dan sudah terdapat korban yang jatuh di kedua jalan tersebut.

"Ada jalan alternatif, tapi sudah memakan korban jadi masyarakat takut mau lewat sana," ungkapnya.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait