#papua#legisatorpapua

Legislator Papua Ingatkan Hendro Jangan Perkeruh Suasana di Papua

Legislator Papua Ingatkan Hendro Jangan Perkeruh Suasana di Papua
Anggota DPR Provinsi Papua Boy Markus Dawir

Jayapura (Lampost.co) – Anggota DPR Provinsi Papua Boy Markus Dawir mengingatkan Mantan Kepala BIN Hendro Priyono untuk tidak memperkeruh suasana di Papua dengan peranyataan-pernyataan yang memancing kontroversi. Dalam situasi dan kondisi Papua hari ini yang masih terus bergejolak, elit diminta untuk menahan diri.

"Kami sayangkan seorang tokoh seperti Pak Hendro ini bicara asal saja yang memancing persoalan baru daripada membuat adem suasana di Papua. Sebut OPM tikus hutan lah, terorislah dan macam-macam yang justru kontraproduktif dengan upaya pemerintah mengupayakan keamanan dan perdamaian di Papua," kata Anggota DPR Papua Boy Markus Dawir dalam keterangan yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Selasa, 31 Desember 2019.

Menurut dia, pernyataan Hendro cenderung tendensius dan terkesan represif. Padahal penyelesaian masalah di Papua harus lebih mengedepankan dialog dengan cara persuasif.
 
"Pak Hendro ini kan sudah mengancam. Pendekatanya represif dan ini yang justru orang Papua lawan selama ini. Saya yakin makin pendekatan represif militeristik yang dipakai maka makin orang Papua melawan. Pengalaman traumatik orang Papua dengan militer jangan diulang lagi lah," lanjut Boy.

Apa yang disampaikan Hendro menurut dia sangat membuka peluang terjadinya aksi pelanggaran HAM di Papua.

"Dan ini tentu sangat berbahaya jika sampai cara begini yang digunakan, karena bicara HAM tentu saja bicara dunia internasional. Apa yang disampaikan Pak Hendro bukan tidak mungkin membuka ruang bagi itu. Maka kami ingatkan agar hati-hati bicara, jangan sampai berdampak lebih buruk," tukas Ketua Pemuda Panca Marga Papua tersebut.

Pendekatan masalah Papua lanjut Boy sudah pasti bukan dengan pendekatan militer represif.

"Papua hari ini harus didekati dengan hati, bukan senjata termasuk ancaman-ancaman. Itu jelas berdampak buruk karena akan timbul perlawanan dari masyarakat. Jika itu yang terjadi maka bukan damai yang kita perjuangkan tapi konflik dan peperangan," pungkas Boy.

Sebelumnya mantan Kepala Badan Intelijen Negara  A.M. Hendropriyono menyatakan Organisasi Papua Merdeka atau OPM bukan Kelompok Kriminal Bersenjata. Menurutnya, OPM merupakan pemberontak yang harus masuk dalam daftar teroris internasional.

"Kita masih saja menganggap mereka KKB, Kelompok Kriminal Bersenjata, bukan. Mereka ini adalah pemberontak," ujar Hendropriyono di Jakarta, Senin, 23 Desember 2019

 

EDITOR

MI

loading...

Berita Terkait

Komentar