bomledakanperangdunia

Ledakan Bom PD II Menewaskan Dua Orang di Solomon

( kata)
Ledakan Bom PD II Menewaskan Dua Orang di Solomon
Ledakan Bom PD II Menewaskan Dua Orang di Solomon


Honiara (Lampost.co) -- Dua pria yang bekerja di agensi relawan pembersih bom sisa era Perang Dunia II tewas terkena ledakan di Kepulauan Solomon. Stephen Atkinson dari Inggris dan warga Australia Trent Lee merupakan pegawai dari agensi Norwegia, People's Aid (NPA).
 
Ledakan terjadi di sebuah permukiman di ibu kota Kepulauan Solomon, Honiara, pada Minggu 20 September. Sejumlah wilayah di Kepulauan Solomon, salah satu medan pertempuran PD II, masih dipenuhi bom aktif.
 
NPA mendeskripsikan ledakan di Honiara yang menewaskan dua pegawainya sebagai sebuah "insiden tragis."

"Investigasi perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab terjadinya (ledakan)," kata Wakil Sekretaris Jenderal NPA, Per Nergaard, dikutip dari BBC, Senin 21 September 2020.
 
Sementara Sekjen NPA Henriette Killi Westhrin mengaku "terpukul atas apa yang terjadi" terhadap dua karyawannya di Kepulauan Solomon.
 
Salah satu korban, Lee, mendeskripsikan dirinya di akun Facebook sebagai seorang Penasihat Senjata Kimia. Ia mengatakan pekerjaannya adalah "melakukan survei dan menentukan lokasi darin suatu objek, kemudian menyerahkan informasi itu ke Kepolisian Kepulauan Solomon."
 
Deskripsi Lee dikonfirmasi Kepolisian Kepulauan Solomon, yang mengatakan bahwa tim survei biasanya pergi terlebih dahulu untuk mengonfirmasi lokasi serta keberadaan bom aktif.
 
Menurut NPA, pihaknya membantu pemerintah Kepulauan Solomon dalam mengembangkan basis data tersentralisasi "yang dapat memberikan gambaran mengenai jumlah bom aktif era PD II yang masih tersisa."
 
Sejumlah pegawai NPA berada di Honiara dalam membersihkan sejumlah situs bom aktif PD II menjelang ajang Pacific Games di tahun 2023.
 

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait