ekonomi

LDII Lampura Dorong Gerakan Pengembangan Ekonomi Mikro Syariah

LDII Lampura Dorong Gerakan Pengembangan Ekonomi Mikro Syariah
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Lampung Utara terpilih, Zulkifli Noer, masa bakti 2020 - 2025, menyampaikan arahannya saat musyawarah daerah (Musda) VII di aula LDII Kotabumi. (Lampost.co/Yudhi Hardiyanto)


KOTABUMI (lampost.co) -- Di masa pandemi Covid-19, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Lampung Utara lebih mengoptimalkan pengembangan ekonomi mikro syariah yang disusun sebagai usaha bersama bagi anggota berlandaskan atas asas kekeluargaan. 

"Pengembangan ekonomi mikro syariah di koperasi simpam pinjam rukun abadi yang dikelola anggota LDII Lampung Utara, lebih ditujukan guna membantu permodalan usaha bagi anggota," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Lampung Utara terpilih, Zulkifli Noer, masa bakti 2020 - 2025, saat musyawarah daerah (Musda) VII di aula LDII Kotabumi, Senin, 21 Desember 2020. 

Kegiatan yang bertemakan Kontribusi berkelanjutan LDII untuk Lampung Utara yang hebat, kuat, dan bermartabat ini dihadiri Sekda Lekok mewakili Bupati Lampung Utara Budi Utomo.

Menurut Zulkifli Noer, pada Musda ini selain memilih ketua DPD dan jajaran kepengurusan yang baru, ada agenda menyerap semua keinginan dari warga guna dijadikan amanat agar dilaksanakan bagi pemimpin periode berikutnya.

"Musda bukan hanya kegiatan rutin dan seremoni. Saya berharap, kegiatan ini akan memberikan perspektif baru untuk merumuskan berbagai perubahan di dalam tubuh organisasi mengikuti zamannya," tuturnya. 

Dia menjelaskan perubahan zaman di masa pandemi Covid-19 adalah ketidakstabilan ekonomi secara luas yang juga dirasakan masyarakat yang ada di kabupaten. Hal itu ditandai dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan anjloknya harga komoditas pertanian maupun perkebunan di daerah. 

"LDII bukan hanya wadah organisasi untuk membentuk manusia yang religius. Tapi juga membangun kualitas SDM dengan mendorong ekonomi umat di tingkat mikro khususnya bagi usaha yang terdampak selama pandemi Covid-19," tuturnya menambahkan. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait