#vaksin#covid-19

LBM Eijkman Ungkap Peluang Vaksin Nusantara Disuntik Massal

LBM Eijkman Ungkap Peluang Vaksin Nusantara Disuntik Massal
Ilustrasi Vaksin Covid-19.


Jakarta (Lampost.co) -- Vaksin Nusantara dinilai bisa dilakukan secara massal kendati menuai polemik.

"Bisa dilakukan kepada orang banyak tapi setiap orang harus ada proses sendiri," kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Subandrio dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertema 'Siapa Suka Vaksin Nusantara' yang disiarkan melalui akun YouTube MNC Trijaya, Sabtu, 17 April 2021.

Amin mengatakan Vaksin Nusantara membutuhkan proses tersendiri yang berbeda dengan metode pengembangan lain lantaran berjenis vaksin dendritik. Sel dendritik berasal dari setiap orang yang akan divaksinasi.

"Apabila dilakukan kepada satu orang, tidak bisa ke yang lain. Prosesnya individual," ujar Amin.

Dia mengakui polemik yang menerpa Vaksin Nusantara terkait langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang belum mengeluarkan izin uji klinik tahap kedua. Namun, langkah BPOM itu dipandang bukan akhir dari pengembangan Vaksin Nusantara.

"Sepengetahuan saya, BPOM menyatakan fase kedua bisa diteruskan apabila syarat-syarat yang diminta bisa dipenuhi. Jadi BPOM tidak hentikan penelitian soal Vaksin Nusantara ini," kata Amin.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". 

Kampanye ini sebagai upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti obat atau anti-virus, tetapi untuk menguatkan kembali mental dan spirit di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait