#wartawan#kekerasanjurnalis

LBH Pers Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis Metro TV Lampung

LBH Pers Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis Metro TV Lampung
Sejumlah orang yang diduga preman mengintimidasi jurnalis Metro TV Lampung di kantor ULP di Komplek Pemkab Lampung Barat, Selasa, 4 Mei 2021 -- Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Lampung mengecam intimidasi dan acamana fisik terhadap jurnalis di Lampung Barat. Pihak berwajib diminta mengusut tuntas kasus ini.

Direktur LBH Pers Lampung Chandra Bangkit Saputra mengatakan kebebasan terhadap pers sudah dijamin secara konstitusional dan juga Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sehingga sudah selayak bagi setiap orang untuk tidak menghalangi kinerja jurnalis untuk memberikan informasi yang berimbang kepada publik.

Baca juga: Jurnalis Metro TV Lampung Diintimidasi Saat Meliput Kericuhan di Kantor ULP Lambar

“Peristiwa seperti ini sudah banyak terjadi, seolah sudah terpola dan kembali terulang yang menjadikan kebebasan pers tidak pernah dihormati,” ujarnya, Rabu, 5 Mei 2021.

Chandra menyayangkan adanya intimidasi yang diterima Eki seorang jurnalis Metro TV Lampung terjadi satu hari setelah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati World Pers Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Dunia pada Senin, 3 Mei 2021.

“Diskusi publik itu untuk memaparkan banyak kasus intimidasi dan refresi terhadap Jurnalis. Ternyata kegiatan baik itu mendapat “kado pahit” berupa adanya intimidasi yang dialami oleh Yehezkiel Ngantung Jurnalis Metro TV Lampung yang bertugas di Kabupaten Lampung Barat,” kata dia.

Intimidasi tersebut lanjutnya, dilakukan oleh orang-orang berpakaian sipil yang diduga preman dengan cara menghalang-halangi, mengejar, bahkan hingga mengancam menggunakan senjata tajam.

Atas kejadian itu, LBH Pers Lampung mendorong agar peristiwa yang dialami oleh Eki diusut tuntas dan akan terus memonitor perkara tersebut serta siap untuk mendampingi jurnalis yang mendapatkan intimidasi.

“Karena patut diduga kuat peristiwa itu merupakan suatu tindak pidana Pengancaman dengan menggunakan dan/atau membawa senjata tajam, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 335 KUHP jo UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang Mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (UU Drt. No. 12/1951),” ujarnya.

Diketahui pada Selasa, 4 Mei 2021 Jurnalis Metro TV Lampung Eki Ngantung mendapat intimidasi saat hendak melakukan liputan karena adanya kericuhan di halaman kantor Unit Layanan Pengadaan (UPL) Barang dan Jasa di Kompleks perkantoran Pemda Kabupaten Lampung Barat.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait