#mafiatanah

LBH Kumpulkan Bukti Dugaan Mafia Tanah Oknum Jaksa di Lamsel

LBH Kumpulkan Bukti Dugaan Mafia Tanah Oknum Jaksa di Lamsel
Sengketa tanah. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- LBH Bandar Lampung mengumpulkan bukti-bukti dokumen terkait dugaan mafia tanah yang dilakukan seorang jaksa inisial AM. Hal itu untuk melaporkan kasus pemalsuan lahan warga sekitar 70.000 meter persegi di Desa Malang Sari, Lampung Selatan, tersebut ke kepolisian. 

Direktur LBH Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi, mengatakan sebelum memberikan laporan, pihaknya akan melakukan pertemuan bersama DPRD Lampung untuk menyampaikan keluhan warga terkait sengketa tanah dan meminta pengawalan terhadap pengaduan tersebut. 

Pihaknya akan ke DPRD Lampung pada Jumat 4 Maret 2022. Dalam kesempatan itu, ia akan membawa bukti dokumen untuk dibahas di Komisi I DPRD Lampung.

"Kami bersama kelompok tani dari berbagai daerah meminta dewan mengawal dan mendorong agar kasus sengketa tanah dan dugaan mafia tanah diselesaikan," kata Sumaindra, Jumat, 25 Februari 2022.

Dia menjelaskan, bukti yang dikumpulkan iyu berupa dokumen penggarapan lahan, surat sporadik, dan lainnya. Bukti itu menyatakan lahan tersebut tidak pernah diperjualbelikan atau disewakan kepada siapapun.

"Bahkan waktu itu warga mau ikut program PTSL gak bisa karena masuk lahan register. Tapi kenapa tiba-tiba bisa muncul sertifikat atas nama orang lain," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait