#

Polda Didorong Kembangkan Korupsi Jalan Nasional ke TPPU

Polda Didorong Kembangkan Korupsi Jalan Nasional ke TPPU
Dok. Polda Lampung saat memaparkan kasus korupsi pengerjaan jalan Preservasi Rekonstruksi Jalan Prof. Dr. lr. Sutami - Sribawono - Sp. Sribawono. Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- LBH Bandar Lampung mendorong Polda Lampung mengembangkan kasus korupsi jalan nasional Ir Sutami ke ranah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Meskipun telah ada wacana penetapan tersangka hingga upaya pengembalian negara terhadap dugaan korupsi  preservasi Rekonstruksi Jalan Prof. Dr. lr. Sutami - Sribawono - Sp. Sribawono tahun anggaran 2018-2019 tersebut.

"Roh nya dari supervisi KPK ini kan pengembalian kerugian negara, maka sudah sejalan kalau ada upaya pengembalian kerugian negara. Lalu pengembangan money laundry, apa yang diambil, itu yang harus dikembalikan," kata Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan, Senin, 19 April 2021.

Baca juga: Minimal Empat Orang Bakal Jadi Tersangka Korupsi Jalan Ir Sutami

Menurut LBH Bandar Lampung penyidikan korupsi jalan nasional di Lampung baru kali ini terjadi. Pihaknya mendorong kasus ini harus jadi fungsi triger untuk membuka dugaan korupsi di jalan nasional lainnya.

"Ini fenomena gunung es, baru satu perusahaan terperiksa dan satu tahun anggaran. Bisa saja kan ada potensi atau dugaan korupsi ini sudah berlangsung lama, dan di banyak lokasi," katanya.

Berdasarkan catatan LBH Bandar Lampung, TPPU bisa diterapkan pada kasus korupsi lain, melihat profil perusahaan, dan besarnya pagu anggaran pada proyek tersebut.

"Di kasus korupsi lainnya yang ditangani Polda saja ada yang dikembangkan ke TPPU, kasus pembangunan RS," tambahnya.

Perkara lainnya yang di TPPU Polda Lampung yakni tersangka Taufiqurahman yang merupakan terpidana kasus korupsi RSUD Pesawaran. Sebelumnya Taufiq divonis majelis hakim 18 bulan penjara pada 19 Mei 2020. Selain Taufiq, dua pelaku lainnya yakni konsultan proyek Juli dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Raden Intan Putra juga divonis 18 bulan penjara.

Dalam perjalanannya, Raden Intan yang berstatus warga binaan Rutan Kelas I Bandar Lampung, meninggal dunia pada 24 September 2020, usai dirawat di RSUD Abdul Moeloek.

Informasi yang didapat lampost.co Polda Lampung sedang melengkapi berkas perkara kasus tersebut berdasarkan arahan JPU Kejati Lampung.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar