#bandarlampung

LBH Bandar Lampung Lapor LPSK soal Keamanan Sopir Arsiman 

LBH Bandar Lampung Lapor LPSK soal Keamanan Sopir Arsiman 
Sopir Arsiman saat dimintai keterangan oleh LBH Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Dok LBH Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung akan meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menjamin keamanan Arsiman, sopir yang ditahan selama delapan hari tanpa status hukum oleh Polsek Tanjungkarang Barat(TKB).

Direktur LBH Bandar Lampung, Sumaindra Jarwadi, mengatakan usai kejadian itu, kliennya banyak dihubungi oleh orang yang tidak dikenal.

"Arsiman banyak dikontak orang, ditemui orang. Soal keamanannya kami pikirkan juga. Maka dari itu, kami melakukan  pengaduan ke LPSK, minta asesmen keamanannya soal dampak dari proses penahanan juga," kata Sumaindra melalui telepon, Senin, 18 Januari 2022. 

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke Mabes Polri dan Komnas HAM Republik Indonesia atas perlakuan Polsek Tanjungkarang Barat yang menyalahi prosedur operasional standar Polri. Menurutnya, menahan selama delapan hari tanpa status hukum merupakan pelanggaran HAM.

"Kami sudah melaporkan ke Mabes dan Komnas HAM beberapa hari lalu, agar dapat mengusut tuntas kejadian ini dan semua yang terlibat," ujar Sumaindra.

Ia menambahkan, Arsiman sudah dimintai keterangan oleh Propam Polresta Bandar Lampung beberapa waktu lalu dan memberikan keterangan yang sejujurnya untuk mengungkap masalah ini.

"Di Polresta sudah, di Polda belum. Kami akan terus kawal peristiwa ini dan minta keamanan terhadap Arsiman,"katanya.

Baca juga: Polsek TKB Tahan Sopir Delapan Hari tanpa Status Hukum

Diberitakan sebelumnya, Arsiman (41), sopir mobil perusahaan ekspedisi PT. Sindex Express harus merasakan pahitnya ditahan selama delapan hari tanpa status hukum oleh Polsek Tanjungkarang Barat. Akibatnya, Arsiman harus menahan rasa lapar selama dikurung dalam ruangan unit Reskrim Polsek Tanjungkarang Barat.

Tak hanya menahan rasa lapar, Arsiman sampai kencing dalam botol karena tak sanggup menahan untuk buang air kecil. Bagaimana tidak, ia tidak bisa keluar karena dikurung dan dikunci dari luar oleh polisi.

Di sisi lain, Kapolsek Tanjungkarang Barat Kompol David Jeckson Sianipar membantah adanya penahanan terhadap Arsiman. Menurutnya, Arsiman diamankan terkait aduan dari seseorang atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan atau tipu gelap.

"Tidak ada penahanan. Arsiman diamankan jajaran setelah menerima aduan dari terduga korban penipuan,"katanya.

Setelah mendapat aduan tersebut, pihaknya langsung mengamankan Arsiman untuk dimintai keterangan. Namun, David menyayangkan aduan yang dibuat terduga korban bukan dalam bentuk laporan resmi.

"Kami tunggu orangnya (pelapor) tidak datang-datang. Karena informasinya dia masih di Jakarta," kata David. 
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait