kotakamal

LAZ ABA Terdaftar di Kemenag Lampung Sejak 2017

LAZ ABA Terdaftar di Kemenag Lampung Sejak 2017
Kepala Kanwil Kemenag Lampung Juanda Na'im. (Foto: lampung.kemenag.go.id)


JAKARTA (Lampost.co) -- Mabes Polri kembali memperbaharui informasi mengenai dugaan pendanaan kotak amal untuk terorisme yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Abdurahman Bin Auf (ABA) Cabang Lampung, yang terletak di Jalan Mahoni, Way Halim. 

Teranyar ada 20.000 kotak amal untuk pendanaan teroris dan 6.000 berasal dari Lampung. Hal itu diketahui aparat dari keterangan salah satu tersangka.

Berdasarkan peraturan pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 tentang pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, legalitas pendaftaran LAZ dikeluarkan oleh Kanwil Kemenag Lampung, atas rekomendasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Meski LAZ terdaftar di pusat, juga harus mendapatkan rekomendasi dan legalitasi di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.

Lampost.co menyambangi kantor Baznas Kota Bandar Lampung, 17 Desember 2020 untuk menanyakan legalitas LAZ ABA dalam menghimpun dana lewat kotak amal. Ketua Baznas Kota Bandar Lampung Rahman Mustafa mengatakan, secara kelembagaan LAZ ABA tidak terdaftar di Baznas Bandar Lampung.

"Untuk di Bandar Lampung cuma satu LAZ Dai yang terdaftar, kalau itu (LAZ ABA), kami tidak tahu, tapi saya berpesan masyarakat bisa berinfaq lewat kotak amal atau hal lainnya, ke LAZ resmi baik di tingkat kota/kabupaten ataupun provinsi," ujarnya, Kamis, 17 desember 2020.

Lampost.co menyambangi kantor Baznas Provinsi Lampung pada 17 Desember 2020, namun pejabat yang berwenang memberikan keterangan tidak ada di tempat. 

Lampost.co mengonfirmasi soal legalitas LAZ ABA cabang Lampung ke Kakanwil Kemenag Lampung Juandi Naim. Dari hasil koordinasinya dengan staf yang membidangi, LAZ ABA terdaftar di Kanwil Kemenag Lampung sejak 2017 hingga 2022, berdasarkan rekomendasi Baznas Provinsi Lampung.

Tetapi secara spesifik Kanwil Kemenag tidak mengawasi penghimpunan dana, khususnya kotak amal.
"Kami segera koordinasi, kita kunjungi ke sana lakukan upaya preventif, saya juga baru dapat informasi dari media, belum ada dari pihak terkait (lembaga intelijen maupun Mabes Polri), belum ada tembusan," katanya. 

Upaya penindakan, evaluasi izin atau legalitas akan diambil oleh Kanwil Kemenag Lampung jika sudah ada informasi yang valid atau kekuatan hukum yang tetap. "Kami tunggu kejelasan dari aparat," paparnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait