#limbah#lingkungan

Laut Pesisir Barat Tercemar Limbah Tambak Udang

Laut Pesisir Barat Tercemar Limbah Tambak Udang
Tampak salah satu lokasi usaha tambak yang ada di Pesisir Barat. Dok DPMPTSP


Krui (Lampost.co) -- Warga dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Pesisir Barat memprotes adanya pencemaran air laut yang diduga berasal dari limbah perusahaan tambak udang yang berada di wilayah tersebut. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesisir Barat, Jon Edwar membenarkan bahwa pencemaran itu berasal dari beberapa perusahaan tambak yang sudah beroperasi bertahun-tahun di wilayahnya.

"Indikasinya beberapa waktu lalu ditemukan banyak ikan ikan mati di Kecamatan Lemong," kata dia, Senin, 20 September 2021. 

Baca: Limbah Aspal Ditemukan di Perairan Bengkunat

 

Pihaknya mengaku sudah meninjau langsung ke perusahaan tambak dan juga mengambil air laut untuk digunakan sebagai sampel.

"Para pengusaha tambak udang yang selama ini mengambil air langsung dari laut pun membangun sumur bor di pantai karena memang sudah tercemar," kata dia.

Pencemaran itu, kata dia, ditemukan pula di Kecamatan Ngaras.  

"Instruksi Bapak Bupati agar para pengusaha tambak udang di Pesisir Barat memperhatikan dan mentaati peraturan yang berlaku," kata dia.

Jon mengaku, pihaknya sudah berupaya maksimal dalam membuat aturan sehingga dampak negatif pencemaran lingkungan dari usaha tambak udang dapat diminimalisir. Namun ketika hal itu masuk ke tataran pemerintah pusat, mereka terkesan lebih memilih untuk mempertahankan usaha investasi itu tetap berjalan meskipun terjadi pencemaran laut. 

"Mereka bilang, mana ada yang tidak tercemar?" kata Jon. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait