#cuciotak#laundry#kriminal

Laundry Kriminal

Laundry Kriminal
Dokumentasi Pixabay.com


LAUNDRY alias jasa cuci menjadi salah satu peluang orang untuk membentuk usaha. Terutama di zaman serbasibuk yang tidak lagi sempat mencuci baju.

Mengapi muneh bang mak sempat aga mepoh bekakha (Mengapa juga kok tidak sempat mencuci pekaian). 

Tapi kali ini bukan cerita cuci baju, melainkan cuci otak. Kepolisian Italia meringkus 18 orang termasuk wali kota, dokter, dan pekerja sosial dengan dugaan pencucian otak dan perdagangan anak. 

Dilansir dari AFP, para tersangka dicurigai bekerja sama mencuci otak anak-anak di Roma. Selanjutnya, anak-anak tersebut akan dijual ke orang tua asuh. Para tersangka menggunakan metode kejut listrik untuk membuat anak-anak percaya mereka telah mengalami pelecehan seksual.
Seno adu mak dok ati lagi, lain hak mepoh utok. Senangun patut kik tihukum biak, wat-wat gawoh (Itu memang sudah tidak punya hati, bukan cuci otak. Pantas dihukum berat, ada-ada saja). 

Jaringan ini juga menerima uang dari orang tua asuh yang mendapatkan hak asuh anak. Polisi dilaporkan telah menemukan gudang tempat penyimpanan barang-barang dan surat dari orang tua kandung yang disembunyikan orang tua asuh.

Tuduhan ini awalnya dilaporkan sejumlah media lokal Italia dan dikonfirmasi AFP ke Kepolisian Bibbiano, dekat wilayah Reggio Emilia.
Dalam laporan tersebut, terbukti sejumlah orang tua asuh benar-benar melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak yang mereka dapatkan dari sindikat tersebut.

Namun, polisi masih bungkam terkait jumlah anak yang menjadi korban. Media Italia menyebut praktik jual-beli anak ini telah meraup keuntungan ratusan ribu Euro.
 

EDITOR

Medcom.id

loading...


Berita Terkait



Komentar