plastikjakarta

Larangan Penggunaan Plastik akan Digulirkan

( kata)
Larangan Penggunaan Plastik akan Digulirkan
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Warga DKI Jakarta akan menjalankan kebijakan pembatasan pemakaian kantong belanja plastik sekali pakai pada 1 Juli mendatang.

Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Nova Harivan Paloh dan Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Justin Adrian berharap masyarakat semakin cermat dan mempertimbangkan dengan matang sebelum menggunakan plastik. 

Nova menjelaskan, masyarakat telah terbiasan menggunakan plastik di kehidupan sehari-hari   “Hal realistis yang bisa dilakukan masyarakat ialah membawa kantong belanja sendiri. Masyarakat harus cerdas untuk pengurangan plastik saat ini,” kata dia saat dihubungi, Jumat, 19 Juni 2020.

Meski larangan terkait dengan penggunaan kantong plastik itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat, namun pemerintah harus bersikap tegas.

Penegakan regulasi di lapangan sangat menntukan kberhasilan menekan penggunaan plastik. Sehingga perlahan akan menjadi tabiat baru bagi masyarakat. “Mulai sekarang warga bisa bawa tas atau kantong sendiri yang tidak sekali pakai. Saat ini ratusan ribu ton sampah dihasilkan bukan dari sampah rumah tangga saja, tapi juga sampah medis yang menumpuk karena covid-19,” ujar Nova.

Fraksi PSI DKI, terang Justin, mendukung kebijakan Gu­­bernur DKI Anies Baswedan. Aturan itu, diakuinya, merupakan langkah bijak dalam mengurangi sampah plastik. “Kami mengapresiasi kebijakan ini.

Membawa kantong belanja sendiri menjadi bagian dari new normal.” Meski demikian, sambung Justin, Pemprov DKI harus tegas dan gencar menyosialisasikan agar masyarakat mengetahui kantong plastik sekali pakai tidak boleh digunakan lagi.

“Saya khawatir, Pak Gubernur Anies mengeluarkan kebijakan bagus, tapi pelaksanaannya letoi sehingga seakan-akan hanya untuk menarik simpati masyarakat. Anies harus bisa menunjukkan kebijakan itu tidak hanya bagus di atas kertas, tapi juga tajam di lapangan,” tukasnya.

Wadah makanan Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menegaskan Pemprov DKI tidak melarang penggunaan plastik untuk wadah makanan atau pangan yang belum terselubung kemasan. Larangan terkait Pergub 142/2019 ialah penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai.

“Misalnya, tempat makan atau wadah untuk bungkus daging dan ikan yang masih mentah itu masih pakai plastik. Sebelum ada alternatif peng­ganti ramah lingkungan, itu masih dibolehkan,” kata Yogi.

Menurut dia, ada sanksi secara bertahap bagi pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat yang terbukti melanggar ketentuan, seperti teguran tertulis tiga kali serta uang paksa jika tidak mengindahkan surat teguran tertulis ketiga dalam waktu 3x24 jam.

“Terhadap pengelola dikenakan uang paksa secara bertahap dari Rp5 juta hingga Rp25 juta. Jika masih abai ju­ga, ada pembekuan izin, dan terakhir, pencabutan izin jika tidak melaksanakan pem­bayaran uang paksa,” pung­kasnya.

 

EDITOR

Media Indonesia

loading...


Berita Terkait



Komentar