Pilkadabandarlampungkpu

Laporan TSM di Pilkada Kota Dinilai Penuh Imajinasi

Laporan TSM di Pilkada Kota Dinilai Penuh Imajinasi
sidang pertama agenda pembacaan laporan mengenai dugaan pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Lampost.co/Putri Purnama


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung menggelar sidang pertama agenda pembacaan laporan mengenai dugaan pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis dan massif (TSM) di Pilkada kota Bandar Lampung 2020.

Tim kuasa hukum calon Wakil walikota dan walikota Bandar Lampung nomor urut 3, Alian Setiadi mengatakan sidang tersebut dengan agenda menyimak dan mendengarkan pembacaan laporan dari pihak pelapor.

“Sidangnya baru pembacaan laporan dari kuasa hukum pelapor. Besok baru jawaban sebagai terlapor dalam perkara ini,” katanya didampingi mantan ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri dan Arif Hidayatullah yang juga anggota kuasa hukum Paslon nomor urut 3 saat ditemui di lokasi sidang di Hotel Bukit Randu, Kamis 17 Desember 2020.

Mantan Direktur LBH Bandar Lampung ini juga konten laporannya penuh dengan rangkaian imajinasi yang dibuat secara terstruktur dengan format Perbawaslu. Sehingga, pelapor akan kesulitan dalam membuktikan cerita rekaan yang dibuatnya dalam laporan.

“Iya apapun dalil laporannya, nanti tinggal dilihat benar atau tidak. Disini lah media pembuktiannya atas laporan tersebut,” lanjutnya.

Menurutnya, tim hukumnya akan membuat jawaban atas laporan pelapor tidak lebih satu atau dua halaman saja. Sebab, pada pelapor memiliki kewajiban untuk membuktikannya. "Kami sampaikan jawabannya besok pagi (Jumat, 18 Desember 2020) diruang sidang," terangnya.

Pengacara alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung ini pun menyatakan akan menanggapi semua upaya hukum yang dilakukan pelapor. 

Sidang TSM Bawaslu Propinsi Lampung dipimpin Fatikhatul Khoiriyah (ketua majelis pemeriksa) dengan anggota Hermansyah, Karno dan Ade As'ari serta dibantu panitera Oddy Marsya JP. Sedangkan kuasa hukum pelapor, yaitu Ahmad Handoko, dan rekan-rekan.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait