pilkadalampunglampungtengah

Laporan Politik Uang di Lamteng Kian Ramai

Laporan Politik Uang di Lamteng Kian Ramai
Ilustrasi.Dok


LAMPUNG TENGAH (Lampost.co) -- Laporan terkait politik uang dari pasangan calon bupati-wakil bupati Lampung Tengah nomor urut 2, Musa Ahmad - Ardito Wijaya, kian ramai. Tercatat, hingga satu hari menjelang pencoblosan terdapat 16 laporan.

Salah satu pengacara Partai NasDem, M. Yunus, mengatakan H-1 menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamteng periode 2021-2025, tercatat 16 laporan terkait aksi kecurangan politik uang yang dilakukan tim Musa Ahmad - Ardito Wijaya. Seluruhnya dimediasi tim advokat Partai NasDem Lamteng.

"Mereka datang tidak ada paksaan atas kesadaran sendiri. Ada yang mengaku tidak bisa karena melanggar hukum. Mayoritas yang hadir di sini pelapor dan juga beberapa orang pemberi," kata M. Yunus, Selasa, 8 Desember 2020.

Dari seluruh laporan, diketahui masyarakat diberi uang sebesar Rp50 ribu untuk memilih pasangan nomor urut 2.

Menyikapi hal tersebut, Ketua LSM LPAB Lamteng Sofyan merasa prihatin akan kondisi pilkada saat ini. Saat ini masyarakat yang memilih calon bupati karena uang adalah suatu kesalahan besar. 

"Masyarakat akan menanggung dosanya di kemudian hari. Dampak terbesar nanti adalah bagi perkembangan kabupaten," tutur Sofyan. 

Ketua LSM LPAB Lamteng itu juga mengimbau penyelenggara, khususnya Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Lampung Tengah, lebih cermat menyikapi persoalan yang menjadi laporan seluruh calon kepala daerah. 

"Semua laporan yang masuk harus di tindaklanjuti. Jangan nanti karena ada tamu terhormat aturan diabaikan," tutup Sofyan.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait