#pengawasan#KetuaPN

Lapor ke Platfrom Ini Jika Temui Hakim dan ASN PN Nakal

Lapor ke Platfrom Ini Jika Temui Hakim dan ASN PN Nakal
Ketua PN Tanjungkarang, Dadi Rachmadi (kiri) saat diwawancarai usai sertijab, Senin, 18 Oktober 2021. (Foto:Lampost/Asrul Septian Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang terus berupaya mengawasi Hakim maupun ASN, agar tidak melanggar kode etik.  Pengawasan tersebut merupakan program kerja utama Ketua PN Tanjungkarang, Dadi Rachmadi, usai dilantik menggantikan Timur Pradoko yang pindah ke PN Mataram.

Menurutnya, ada dua platfrom pengawasan dan pelaporan terhadap perilkau nakal hakim maupun ASN Pengadilan.

Pertama dengan aplikasi Sistem Informasi Pengawasan (Siwas)  Bawas Mahkamah Agung, dan aplikasi Lapor yang langsung tersambung ke Menpan RB.

"Itu aplikasi yang bisa digunakan oleh masyarakat, untuk melapor, terhadap perilaku ASN dan Hakim di PN Tanjungkarang," ujarnya usai serah terima jabatan, Senin, 18 Oktober 2021 di PN Kelas IA Tanjungkarang.

Kemudian upaya pengawasan ASN dan Hakim secara berjenjang terus dilakukan. Mulai pengawasan melekat dari Ketua dan wakil ketua PN, hingga Hakim  hingga bidang pengawasan.

"Diawasi setiap bulan perilaku hakim dan ASN, bentuk pengawasannya secara formal melalui pengawasan langsung ke bidang masing-masing baik di lingkungan kantor maupun di luar lingkungan kantor," papar kata mantan Wakil Ketua PN Tanjungkarang itu.

Sementara, Ketua PT Tanjungkarang  Mochamad Djokomengatakan bentuk pengawasannya, jika ada ada hakim yang diduga bermasalah, Ketua PN akan melapor ke Ketua PT, kemudian diperiksa tim pengawas.

"Bagi masyarakat yang ingin melaporkan bisa langsung dan bisa melalui website PN, bahkan penanganannya bisa lebih cepat sekarang, kalau tidak bagus sedikit kita bisa langsung periksa, kalau perlu PT bisa menarik yang bersangkutan ke PT untuk diperiksa, nanti diputuskan hukumannya apa, apakah non Palu, dipecat, kita diberikan kewenangan untuk itu," ujarnya.

Upaya pencegahan dan penekanan ke hakim terus dilakukan. Salah satu upaya yakni, agar tidak ada lagi perbuatan yang melanggar kode etik hakim.

"Saya terus keliling pembinaan ke PN-PN, semua akan saya datangi, kalau bandel saya tarik ke PT," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait